spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Ramai Diperbincangkan Usai Debat Cawapres, RI Ternyata Peringkat ke-3 di SGIE

KNews.id – Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-3 di dunia dalam perkembangan ekonomi halal. Peringkat itu naik secara global dari posisi ke-4 pada tahun lalu.

Laporan SGIE yang dibuat oleh DinarStandard, sebuah firma penelitian di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa nilai belanja produk halal pada 2022 mencapai US$ 2,29 triliun atau naik 9,5% (year on year). Belanja produk ini mencakup makanan, obat-obatan, kosmetik, fesyen, pariwisata, hingga media. Jumlah ini naik 9,5% secara tahunan.

- Advertisement -

Disebutkan hingga akhir 2021, aset keuangan syariah di seluruh dunia telah mencapai US$ 3,96 triliun. Jumlah ini diperkirakan akan melonjak menjadi US$ 5,96 triliun dalam 3 tahun ke depan.

Dalam survei terdapat 81 negara yang dijadikan objek penelitian. Malaysia kembali menjadi peringkat pertama dan mempertahankan posisi tersebut selama 10 tahun berturut-turut, diikuti Arab Saudi, Indonesia, dan UEA.

- Advertisement -

“Indonesia naik ke peringkat ke-3. Bahrain masuk 5 besar untuk pertama kalinya sejak 2019/2020 dan Afrika Selatan masuk 15 negara teratas untuk pertama kalinya,” tulis laporan tersebut.

Perolehan terbesar dalam 15 besar dicapai oleh Iran, Qatar, Pakistan, dan Afrika Selatan. Investasi di perusahaan yang relevan dengan ekonomi Islam meningkat secara signifikan, mencapai US$ 25,9 miliar atau tumbuh 128%.

“Lebih dari 55% investasi berada dalam kategori keuangan Islam, sementara media menarik 19,2%, pariwisata 13,1%, dan makanan halal 8,5%,” bebernya.

Disebutkan juga impor produk halal oleh negara-negara anggota OKI diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,6% CAGR menjadi US$ 492 miliar pada 2027, dari US$ 359 miliar pada 2022. Impor ini sebagian besar produk halal yang diperdagangkan secara global termasuk makanan dan minuman, fesyen, obat-obatan dan kosmetik.

SGIE Viral Usai Debat Cawapres

Sebelumnya, SGIE menjadi perbincangan setelah dipertanyakan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka kepada cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Awalnya, moderator mempersilakan Gibran untuk bertanya ke Cak Imin dalam sesi saling tanya. Dalam kesempatan tersebut, Gibran bertanya ke Cak Imin terkait cara meningkatkan peringkat Indonesia di SGIE.

“Bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk menaiki peringkat Indonesia di SGIE?,” tanya Gibran.
Penjelasan soal SGIE, Istilah yang Bikin Ramai Sesi Debat Gibran Vs Cak Imin
Mendengar pertanyaan tersebut, Cak Imin bertanya apa yang dimaksud dengan SGIE yang dilontarkan oleh Gibran. Ia mengaku tidak paham.

“Terus terang SGIE saya kurang paham, SGIE itu apa?,” jawab Cak Imin.
Gibran kemudian menjelaskan kepada Cak Imin tentang maksud pertanyaannya. Tak sekadar menjelaskan, putra sulung Jokowi itu pun meminta maaf kepada Cak Imin jika pertanyaannya menyulitkan. “Mohon maaf kalau pertanyaannya agak sulit ya Gus (Muhaimin), makasih,” ucap Gibran.
(Zs/Dtk)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini