spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Prof Tjipta Lesmana Ungkap Skandal Pencalonan Gibran Hingga Penyesalan Prabowo

KNews.id – Misteri dibalik majunya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres hingga isu rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut sebagai upaya mengamankan kekuasaan diungkap oleh pakar komunikasi dan pengamat politik Prof Tjipta Lesmana.

Dalam sebuah tayangan video channel You Tube ASANESIA TV yang dipandu oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad, Tjipta Lesmana dengan gamblang mengatakan bahwa dirinya mengkritik keras langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto.

- Advertisement -

Karena Menurut Tjipta, langkah tersebut merupakan pelanggaran terhadap demokrasi dan etika politik lantaran Gibran dianggap tidak memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai untuk menjadi wakil presiden.

Bahkan, Ia juga menyebut bahwa pencalonan Gibran merupakan upaya Jokowi untuk mengamankan kepentingan keluarganya. “Gibran tidak ada pengalaman sama sekali. Ia baru menjadi Wali Kota Solo selama dua periode. Ia juga tidak memiliki latar belakang pendidikan politik,” ujar Tjipta seperti dikutip tayangan You Tube ASANESIA TV.

- Advertisement -

Lebih lanjut Tjipta mengatakan, pencalonan Gibran ini jelas merupakan pelanggaran terhadap demokrasi. Ini adalah praktik nepotisme yang tidak bisa dibenarkan, bahkan, Prof Tjipta juga mengatakan bahwa langkah Jokowi tersebut berpotensi memicu konflik di masyarakat.

Ia khawatir, masyarakat akan menilai bahwa Jokowi tidak lagi memperjuangkan kepentingan rakyat, melainkan kepentingan keluarganya sendiri.

Selain itu, Tjipta Lesmana juga mengungkap Tabir dibalik isu bahwa istri Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi dalang dari munculnya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto. “Iriana Joko Widodo merupakan sosok di balik layar yang membuat Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden nomor urut 2,” katanya.

Lebih lanjut Tjipta Lesmana juga mengungkap bahwa Iriana mendesak Jokowi agar anaknya duduk mendapat kekuasaan. “Saya dapat dari sumber A1 (akurat). Itu kemauan ibu (Iriana Joko Widodo), dilaksanakan oleh Pak Jokowi. ‘Kan, ibu memang paling sayang anak dibanding bapak,” katanya dikutip siap.viva.co.id, Rabu, 27 Desember 2023.

Padahal, kata Tjipta, calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto tidak menginginkan Gibran sebagai wakilnya pada Pilpres 2024 mendatang. “Prabowo sebetulnya nyesal. Prabowo tanpa Gibran sudah berkibar. Sudah bisa menang dia,” katanya.
Tjipta pun menjelaskan hal yang membuat Prabowo menyesal lantaran elektabilitas yang terus menurun.

“Karena anjlok, terus turun. Sebetulnya mengganggu,” katanya. Ucapan Tjipta tersebut pun lantas membuat Abraham Samad bertanya-tanya. Tjipta mengaku pernyataan tersebut ia dapat dari orang dalam Prabowo.

“Ada yang bisikin saya. Pak Prabowo tanpa Gibran sudah berkibar luar biasa. Ini, ‘kan (Prabowo) sangat berpengalaman soal politik,” katanya. Kemudian, hal yang paling konyol, lanjut Tjipta, adalah ketika putra sulung Jokowi tersebut seolah-olah sedang ditunggu oleh Prabowo dan timnya.

“Yang paling konyol itu waktu dia katakan tenang Pak Prabowo saya sudah datang. Ya seolah-olah Pak Prabowo ini enggak yakin, seolah ketakutan Gibran enggak jadi join dengan timnya,” tandasnya.  (Zs/Viv)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini