spot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_img

Presiden Penebar dan Pelaku Perang Fiksi – Layak di Hukum Mati

Oleh :  Sutoyo Abadi 

KNews.id – Cukup lama Presiden menebar perang fiksi , mengarang realita sesuai dengan hasrat dan kepentingan politiknya. Diahir masa jabatannya amunisi perang dengan menyandra nampak makin jelas dan telanjang.

- Advertisement -

Persepsi yang di bangun jauh dari kondisi ideal dari cita cita sebuah negara, persepsinya hanya di bangun melalui perasaannya. Menafsirkan dan mengelola negara hanya menurut apa yang dilihat untuk kepentingan politik kelompoknya.

Perang fiksi tersebut sesungguhya sama dengan strategi penyesatan. Hitler menunjuk Jenderal Erwin Rommel komandan pasukan di sepanjang pantai Prancis melakukan strategi penyesatan “mengubah tembok Atlantik sebagai taman ranjau dan zona penembakan Iblis”.

- Advertisement -

Mereka mengira zona aman begitu masuk zona penembakan iblis, semua masuk dalam perangkapnya.

“Jokowi memasang ranjau untuk lawan lawan politiknya, untuk para pejabat negara dan politisi, dengan ranjau uang haram mereka ambil dengan lahap saat itulah mereka terperangkap.”

- Advertisement -

Basisnya adalah kemenduaan atau kemunafikan menyeret semua yang sudah masuk dalam ranjau tidak ada pilihan selain harus bersama sama mempertahan dan menikmati kekusaan sepuas puasnya sebelum harus menanggung mati bersama sama.

“Jokowi tidak memiliki banyak pengetahuan tentang strategi perang politiknya hanya dengan bantuan para potisi dan Jenderal pekok yang telah terperangkap membuat peta, menyusun straregi kekuasaannya.”

Dari sinilah lahir macam strategi penyesatan untuk meraih dan mewujudkan semua rencana para bohir Cina yang telah di beri karpet merah sebagai Penjajah Gaya Baru (PGB).

“Inti penyesatannya adalah kemenduaan, kemunafikan, memanipulasi dan mendistorsi kebohongannya tampak sebagai realita kebenaran. Presiden sebagai pelaku yang terus menerus menebar kebohongan dan perang fiksi layak di hukum mati.”

“Penampilan semua, kamunflase, pola hipnotis, informasi bohong sulit di hentukan sebelum lengser dari kekuasaanya. Karena saat ini masih dalam bayang bayang, pengamanan dan perlindungan oleh kekuatan yang sama sama dalam zona penembakan iblis, beresiko harus mati besama sama.”

(Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini