spot_img
Kamis, April 25, 2024
spot_img

Pilpres 2024 Hanyalah Aksesoris

Oleh : Sutoyo Abadi 

KNews.id – Awal kehancuran Indonesia akan diawali dengan kejadian yang sama dengan sejarah naiknya Jokowi sebagai Presiden.

- Advertisement -

Diawali tentang sejarah rekayasa promosi Jokowi dipromosikan sebagai Calon Presiden RI, dengan thema menjari figur antitesis SBY, dimainkan figur Jokowi antara lain oleh Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN, dikatakan oleh Prof Rizal Ramli, 28 Januari 2023 di Hotel Pondok Gajah, Jogjakarta.

Rekayasa lanjutan, datanglah Jokowi ke Singapura bertemulah dengan Datuk Abdullah – dipromosikan bahwa Jokowi adalah Walikota paling hebat di Indonesia. Datuk Abdullah sempat terkesima dengan kesederhanaannya. Sederhana dalam kapasitas, pemikiran dan penampilannya.

- Advertisement -

Menjadi sangat misterius karena saat itu para Taipan Oligarki sudah mampu mengendus calon presiden yang bisa dijadikan bonekanya. Beberapa media berbayar yang sudah disiapkan untuk back up Jokowi sekalipun posisi Jokowi saat itu sebenarnya Aku ora mikir – aku ora ngerti ( saya tidak berfikir dan saya tidak tahu ).

Kejadian misterius terus terjadi karena
Ibu Megawati dan Taufik Kiemas awalnya tidak mau menerima Jokowi karena tidak kenal lebih dalam siapa sebenarnya Jokowi. Sama dengan partai pendukung Gibran tidak tahu siapa Gibran yang sebenarnya.

- Advertisement -

Saat itu Jokowi sudah dalam kawalan Oligargi dengan dukungan sembilan survei yang akan memainkan elektabilitas dengan segala rekayasa angka kemenangan untuk meyakinkan Megawati dan semua pihak dan masyarakat.

Dalam perkembangan ada serangan rekayasa masuk ke Tengku Umar bahwa dengan dengan figur Jokowi PDIP akan diuntungkan secara politik diyakinkan suara akan naik dari 16 % menjadi sekitar 33 %.

Inilah tipuan awal Jokowi untuk PDIP bahwa angka disampaikan melalui hasil polling rekayasa untuk kemenangan PDIP, pada ahirnya hal tersebut adalah penipuan belaka karena PDIP dalam pemilu hanya naik sekitar 3 %.

Persis kejadiannya dengan Pilpres 2024, ketika Prabowo sudah menyerahkan diri ke Jokowi dengan menyatakan Jokowi sebagai guru politiknya. Taipan Oligarki ambil posisi mengawal Paslon Parabowo – Gibran lengkap dengan rekayasa angka kemenangannya.

Centrum kawalan Oligarki bukan untuk Prabowo tetapi untuk Gibran. Sangat mungkin tersembunyi tipuan lain, kalau rekayasa berhasil menjadikan Prabowo sebagai Presiden, tidak akan lama. Karena Jokowi dan Oligarki memiliki Gibran yang yang harus menjadi presiden untuk kepentingan politik Jokowi dan Oligarki.

Seperti kilas balik tipuan ke PDIP sudah terbukti setelah Jokowi jadi presiden dengan dukungan full PDIP Presiden dan Jokowi pura pura menerima harus menyandang sebagai Petugas Partai. Ahirnya menikam PDIP bersama kekuatan Oligarki menghancurkan PDIP.

Keterbatasan Gibran yang masih sangat rentan dari kemampuan diri sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir dan bersikap apalagi sebagai presiden. Adalah tetap dalam kawalan dan kendali Oligarki.

Proses kepemimpinan jauh dari seleksi kompetitif untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas dan matang . Menabrak semua rambu rambu konstitusi dan rekayasa Pilpres dengan kecurangan yang telanjang adalah realitas yang telah terjadi.

Semua pejabat negara termasuk para menteri, Gubernur / Bupati semua tergantung dan dalam kawalan super ketat oleh Jokowi dan Oligarki dengan segala akibat dan resikonya.

Dalang dan sutradara kekacauan Pilpres 2024 yang kelewat batas adalah Oligarki, tidak akan dipedulikan, sistem kenegaraan rusak parah. Pilpres 2024 hanyalah aksesoris asal paslon 2 harus menang dan Gibran sebagai Cawapres pengganti Prabowo.   (Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini