spot_img
Minggu, Februari 25, 2024
spot_img

Peristiwa Bom Bunuh Diri Di Solo, Jokowi Cerita Dikejar 4 Jendral

KNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan sosok pemimpin yang sangat berani. Kesan tersebut diungkapkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan saat bertugas menjadi perisai hidup Jokowi. Saat itu, mantan Danjen Kopassus ini menjabat sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden atau Dangrup A Paspampres yang bertugas menjaga keamanan dan keselamatan orang nomor satu di Indonesia ini.

Dalam buku biografinya berjudul “Menjaga Jokowi Menjaga Nusantara: Catatan Perjalanan Jaguar Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden” lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 ini menceritakan momen bagaimana Paspampres sempat kalang kabut mempersiapkan keamanan saat Jokowi memutuskan mudik Lebaran ke Solo dan Yogyakarta untuk open house di Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta. Baca Juga Dimutasi Laksamana Yudo Margono, 25 Perwira Tinggi Bintang 1 dan 2 Tinggalkan TNI Sebab, sebelum berangkat ke Solo, terjadi bom bunuh diri oleh seorang terduga teroris di halaman Mapolres Surakarta. Peristiwa yang terjadi pada 5 Juli 2016 itu menewaskan seorang pelaku dan satu anggota kepolisian.

- Advertisement -

Kejadian ini cukup menggemparkan karena terjadi dalam suasana Hari Raya Idul Fitri. Peristiwa itu menjadi pertimbangan bagi Paspampres untuk memperketat pengawalan selama Presiden Jokowi mudik pada 8 Juli 2016. Komandan Paspampres (Danpaspampres) yang saat itu dijabat Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono segera mengumpulkan data situasi terakhir yang berkembang untuk kemudian dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

Laporan situasi ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden untuk membatalkan atau tetap melanjutkan perjalanan ke Solo. Setelah menerima laporan dari Komandan Paspampres, Jokowi ternyata tetap memutuskan untuk tetap pulang kampung ke Solo

- Advertisement -

Presiden Jokowi tetap akan melanjutkan perjalanan ke Solo. Keputusan ini tentunya menjadi tantangan bagi Paspampres untuk menerapkan pola pengamanan yang ekstra-hati-hati karena situasi di Solo waktu itu masih cukup rawan,”

Di Kota Surakarta, orang-orang masih hangat membicarakan kejadian bom bunuh diri di Mapolres Surakarta. Pelakunya diketahui bernama Nur Rohman, warga Desa Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta.
Perkembangan situasi ini membuat penyambutan Presiden Jokowi di Bandara Internasional Adi Sumarmo Boyolali lebih ketat. Mulai dari saat penjemputan, perjalanan, hingga di kediaman Presiden Jokowi yang terletak di Kecamatan Sumber, Surakarta, pengamanan wilayah tampak lebih banyak dari biasanya.

Walaupun kepolisian memperkirakan tidak akan ada aksi lanjutan pelaku teror, namun karena yang datang seorang kepala negara, aparat keamanan wilayah tak mau ambil risiko. Aparat kepolisian menggelar pengamanan di sepanjang rute yang dilalui Presiden lebih banyak dari biasanya. Demikian pula Paspampres melakukan perkuatan pengamanan lebih banyak di kediaman Presiden dan keluarga.

“Anggota Grup A Paspampres saya perintahkan untuk melakukan beberapa modifikasi pengamanan di sekitar kompleks perumahan Sumber. Pembatasan akses jalan masuk ke perumahan dan patroli di seputaran lingkar dalam kompleks dilakukan Paspampres,” katanya. Sedangkan, untuk pengamanan lingkar luar kediaman dilakukan oleh pengamanan wilayah dari Komando Distrik Militer (Kodim) Surakarta.

Menjelang waktu Salat Asar seluruh pengamanan di pos pintu masuk perumahan dicek. “Saya mendengar suara orang mengaji dari masjid sekitar kompleks. Saat itu saya baru sadar bahwa hari itu adalah hari Kamis, dan besok Presiden harus Salat Jumat. Langsung saya teringat kebiasaan Presiden Jokowi kalau Salat Jumat di Solo. Beliau selalu memilih sendiri masjid yang akan dituju,” ujarnya. Beberapa kali Salat Jumat di Solo, masjid ditentukan setelah beliau menaiki mobil walaupun sebelumnya ajudan telah menanyakan masjid yang akan didatangi.

Jawaban Presiden Jokowi, “Nanti saya tentukan.” Kebiasaan seperti ini membuat pengamanan di lokasi Salat Jumat menjadi terburu-buru. Pengamanan dari Paspampres dan wilayah tentu tak punya waktu banyak untuk melakukan prosedur tetap pengamanan yang semestinya. Padahal, masjid yang dipakai Jumatan Presiden tidak akan 100% steril.

Alasan Presiden Jokowi menentukan masjid saat sudah di mobil karena beliau merasa Solo adalah kota yang sangat dikenalnya sehingga Presiden Jokowi ingin berbaur dengan masyarakatnya. Apalagi selama ini salat berlangsung lancar dan aman-aman saja. Namun, kali ini, Jumatan hanya berselang dua hari setelah peristiwa aksi terorisme yang menggemparkan Indonesia, khususnya Kota Solo. (zs/Snd)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini