spot_img
Minggu, April 14, 2024
spot_img

Pengamat Sebut Gibran Berpeluang Jadi Ketua Umum Golkar, Apa Alasannya?

 

KNews.id – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, berpeluang jadi ketua umum Partai Golkar. Qodari menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Bambang Soesatyo, yang menyebut empat nama potensial sebagai ketua umum Golkar.

- Advertisement -

“Sebagai partai besar, tentu Golkar partai yang sangat menarik untuk dibahas dan didiskusikan. Karena itu dikaitkan dengan Pak Jokowi sebagai calon potensial untuk menjadi ketua umum Golkar ke depan,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2024.

 

- Advertisement -

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan empat nama masuk bursa bakal calon ketua umum Golkar menjelang musyawarah nasional pada Desember 2024. Mereka adalah Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan dia sendiri

“Setidaknya sudah empat (nama) santer suara yang muncul di permukaan akan bertarung di forum munas tahun ini. Ada Pak Airlangga, kemudian Pak Agus Gumiwang, ada Pak Bahlil, dan ada saya,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2024.

- Advertisement -

Di luar empat nama yang disebutkan Bamsoet, Qodari mengatakan, “Ada satu calon yang juga sangat potensial untuk menjadi Ketum Golkar ke depan, yaitu Gibran Rakabuming Raka.”

Qodari menjelaskan dua alasan Gibran layak memimpin Golkar. Pertama, kata dia, Gibran tidak lama lagi menduduki jabatan posisi strategis sebagai orang nomor dua di Indonesia, pada saat dilantik menjadi wakil presiden secara resmi pada Oktober 2024.

Menurut dia, selama ini karakteristik Partai Golkar memiliki kecenderungan sebagai partai yang menjadi bagian dari pemerintahan, tentunya linear dengan Gibran sebagai Wakil presiden sekaligus ketua umum Partai Golkar.

“Partai Golkar punya kecenderungan yang sangat kuat untuk memiliki kaki, memiliki akses di pemerintahan, bukan hanya menteri tetapi juga atau bahkan wakil presiden, karena Golkar adalah partai yang ideologinya karya dan kekaryaan dan selalu berorientasi untuk menjadi bagian dari pemerintahan,” ujar Qodari.

(Zs/Tmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini