spot_img
Minggu, Februari 25, 2024
spot_img

Pemerintah Pertimbangkan Proyek Tanggul Laut Raksasa Masuk PSN

KNews.id – Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo mengatakan, pemerintah tengah mengkai proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall masuk dalam proyek strategis nasional atau PSN.

Giant sea wall belum masuk PSN, masih harus perlu dikaji lebih komprehensif lagi. Beda kalau tanggul pantai di bibir pantai saja,” ujar Wahyu di kantornya di daerah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

- Advertisement -

Dia mengatakan, tanggul yang saat ini dibangun adalah tanggul pantai, bukan tanggul laut seperti giant sea wall. Jakarta menurut Wahyu sebetulnya membutuhkan keduanya agar mampu mencegah penurunan permukaan tanah. Namun, dia menyebut memang ada tahapan yang mesti dilalui.

“Tanggul di pantai dulu. Kalau tidak bisa menahan banjir bah, mungkin (baru) akan dibuat tanggul laut seperti di Belanda dan Korea Selatan,” ujar dia.

- Advertisement -

Dia menjelaskan, pembangunan tanggul pantai saat ini untuk menahan laju penurunan permukaan tanah Jakarta. Memang menahan laju permukaan tanah cukup dengan mengurangi penggunaan air tanah. Akan tetapi, kondisi penurunan permukaan tanah di Ibu Kota sudah ekstrem dan membutuhkan penanganan yang lebih seperti pembangunan tanggul pantai.

Wahyu menambahkan, kondisi penurunan permukaan tanah juga terjadi di sejumlah desa di sepanjang Pantura. Contohnya banjir rob yang merendam empat ribu rumah dan 275 hektare lahan pertanian di Demak, Jawa Tengah bulan lalu.

“Selama 10 tahun terakhir, bibir pantai hilang hingga 200 meter,” ujar Wahyu.  Mengingat kondisi itu, kata Wahyu, proyek giant sea wall selanjutnya harus diprioritaskan oleh pemerintah. Dinding laut tersebut perlu sebagai upaya perlindungan aset negara dan swasta yang ada di sepanjang Pantura. Mulai dari jalan, jalur rel kereta, hingga kawasan perkotaan.

Giant sea wall harus jadi proyek yang prioritas karena dampaknya sangat besar terhadap perekonomian. Kalau kita melakukan pendekatan itu kita sekaligus melakukan perbaikan dari urban-urban yang ada di Pantura,” ujarnya.

Sebelumnya bos wahyu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar seminar yang membahas pentingnya proyek tersebutAirlangga menyebut GSW akan melindungi perekonomian dan kelangsungan hidup 50 juta penduduk Pantura.

Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, juga hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar tersebut. Prabowo mengatakan pembangunan giant sea wall dapat menjadi jawaban atas fenomena kenaikan permukaan laut, hilangnya  tanah, dan sekaligus juga menjadi jawaban atas kualitas hidup sebagian rakyat Indonesia yang masih mengenaskan. Airlangga, ketua umum Partai Golkar, sendiri tergabung dalam koalisi yang mengusung Prabowo sebagai capres.

(Zs/Tmp)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini