spot_img
Jumat, Juni 14, 2024
spot_img

Olahraga yang Cocok untuk Para Pekerja Kantoran

KNews.id – Jakarta – Olahraga rutin menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Sayangnya, banyak orang merasa tidak sempat berolahraga karena padatnya aktivitas sehari-hari, contohnya para pekerja kantoran.

Para pekerja kantoran sering kali disibukkan dengan tugas dan deadline kerjaan dari pagi hingga sore, bahkan menjelang malam. Kondisi ini tentu membuat mereka memilih menggunakan waktu luang untuk beristirahat dibandingkan berolahraga. Padahal, olahraga tetap harus dilakukan di tengah kesibukan bekerja karena dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar dan meningkatkan fokus saat bekerja.

- Advertisement -

Apalagi pekerjaan kantoran, terutama bagi mereka yang dipenuhi dengan deskwork, didominasi dengan aktivitas duduk dan menatap layar laptop/komputer selama berjam-jam. Tentunya kebiasaan ini sering membuat para pekerja kantoran merasa lelah dan tubuh terasa pegal-pegal.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. Elsye, SpKO pun menyampaikan saat merasa lelah dan pegal, artinya tubuh perlu peregangan dan gerakan sederhana agar menjadi rileks.

- Advertisement -

“Setiap dua jam sekali, rehatlah sejenak dan lakukanlah stretching untuk membantu memperbaiki ketegangan pada otot dan meningkatkan fleksibilitas otot. Stretching juga dapat dilakukan dengan gerakan sederhana seperti berdiri atau berjalan sesaat sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan mengurangi rasa stres atau penat,” ujar dr. Elsye.

Lebih lanjut, dr. Elsye menyarankan agar para pekerja kantoran tetap berolahraga minimal 3 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit per sesi. Banyak pilihan jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan, seperti jalan cepat, sepeda, renang, golf, atau senam aerobik.

- Advertisement -

“Para pekerja kantoran sebaiknya juga menambah jenis olahraganya dengan melakukan latihan angkat beban. Angkat beban bisa dilakukan 2 kali seminggu dengan intensitas ringan hingga sedang. Rangkaian olahraga ringan dilengkapi dengan latihan angkat beban yang dilakukan dengan jadwal minimum tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi kebugaran tubuh para pekerja kantoran,” tambahnya.

dr. Elsye mengungkapkan idealnya, minimal total waktu untuk berolahraga dalam seminggu adalah 150 menit, dengan kombinasi olahraga dan latihan beban. Pekerja kantoran yang ingin meningkatkan kebugaran tubuh, dapat meningkatkan intensitas maupun durasi olahraga.

Jika ingin mendapatkan manfaat optimal dari olahraga, para pekerja kantoran bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga. Dengan begitu, tujuan olahraga bisa tercapai dengan cara yang tepat dan program olahraga bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh individu yang berbeda-beda.

dr. Elsye menyebut banyak dari pekerja kantoran yang jarang olahraga dan memiliki kondisi-kondisi tertentu, misalnya berat badan berlebih, kelainan postur, atau riwayat cedera. Ada pula yang memiliki penyakit tidak menular seperti asma, hipertensi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, dokter bisa memberikan dosis latihan fisik termasuk cara berolahraga yang aman dan optimal bagi masing-masing individu.

“Berolahraga dengan aman adalah prioritas agar kita bisa terhindar dan meminimalisir terjadinya cedera saat berolahraga,” papar dr. Elsye.

Bagi para pekerja kantoran yang ingin berolahraga secara optimal, aman, dan konsisten, dapat melakukan konsultasi dengan dr. Elsye. Tidak hanya memberikan konsultasi, dr. Elsye juga mendampingi dan memantau program olahraga pasiennya secara langsung di layanan Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Kuningan.

SITPEC merupakan salah satu layanan unggulan untuk hal atau kondisi yang khusus berkaitan dengan olahraga dan kebugaran, mulai dari program preventif, skrining sebelum olahraga, peningkatan performa olahraga, hingga penanganan cedera dan program rehabilitasi pascacedera.

SITPEC Mayapada Hospital juga memiliki program penurunan berat badan dan program latihan khusus untuk pasien dengan penyakit tidak menular. Dengan begitu, pasien dapat mengendalikan faktor risiko kambuhnya penyakit serta dapat meningkatkan kualitas hidup.

(Zs/Dtk)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini