spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

New York Times Soroti Pilpres RI: Demokrasi atau Dinasti?

KNews.id – Media Amerika Serikat, New York Times, menyoroti pemilihan presiden (pilpres) Indonesia 2024. New York Times mencuatkan kritikan soal anak presiden Indonesia Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (36), yang menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

Media itu menulis artikel berjudul “Anak Presiden dalam Skema Pemilu Indonesia. Apakah Ini Demokrasi atau Dinasti?” yang dirilis pada Sabtu (6/1). Di paragraf pertama mereka menulis Gibran belum lama ini menjadi pengusaha katering dan makanan penutup.

- Advertisement -

“Sekarang dia adalah simbol dinasti politik yang sedang berkembang dan penerima keuntungan dari manuver keluarga,” demikian laporan NYT.

Melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin Anwar Usman, Gibran muncul sebagai kandidat utama wakil presiden dalam pemilu nasional bulan depan. Anwar merupakan paman dari Gibran usai menikah dengan adik Jokowi.

- Advertisement -

Pada Oktober lalu, MK mengabulkan usia minimal 40 tahun atau pernah menjadi kepala daerah untuk bisa dicalonkan menjadi capres maupun cawapres. Debat Capres RI Dinilai Serang Personal, Bagaimana di AS dan Rusia?
Jika Prabowo-Gibran menang, ia akan menjadi wakil presiden termuda di Indonesia.

Situasi itu membuat sejumlah kritikus menilai bahwa Jokowi berupaya melemahkan perombakan demokrasi. Media AS ini juga mencantumkan komentar pengamat soal pencalonan Gibran sebagai cawapres.

“Jelas bahwa Jokowi sedang membangun dinasti politik,” kata peneliti di Universitas Atma Jaya Yoes C Kenawas.

Tujuan Jokowi, lanjut dia, mempersiapkan putranya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2029. Menjabat di bawah pimpinan Prabowo akan menjadi “masa magang.” “Karena pada akhirnya yang dituju adalah presiden. Bukan wakil presiden,” ujar Yoes.

Pengamat lain dosen politik dan kajian keamanan yang fokus politik Indonesia dari Universitas Murdoch Ian Wilson juga punya penilaian serupa. “Saya sama sekali tak melihat Jokowi sebagai seorang demokrat,” kata Wilson.

Wilson menggambarkan manuver Jokowi sebagai bagian dari tren anti-demokrasi yang dianut banyak politikus Indonesia. Para politikus itu termasuk Prabowo yang pernah berharap menggantikan ayah mertuanya, Soeharto.

Selama beberapa dekade, Prabowo dilarang memasuki Amerika Serikat karena catatan pelanggaran hak asasi manusia. “Jokowi punya kecenderungan otokratis, begitu juga dengan Prabowo,” ungkap dia.

Dalam Pilpres 2024, terdapat tiga pasangan calon. Mereka yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Prabowo, menurut tulisan NYT, telah lama dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kalah dalam dua pemilu terakhir melawan Jokowi.
(Zs/CNN)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini