spot_img
Minggu, Februari 25, 2024
spot_img

Najwa Shihab Sentil Gibran Rakabuming Berniat ‘Ngetes’ Cak Imin Pancing Soal Istilah Asing SGIE: Formulanya Sama!

KNews.id –  Najwa Shihab sentil Gibran Rakabuming berniat ‘ngetes’ Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memancing pertanyaan dari istilah asing dengan singkatan SGIE. Momen viral di debat cawapres kala Gibran Rakabuming yang melontarkan istilah asing, SGIE ke Cak Imin disinggung Najwa Shihab.

Najwa Shihab menangkap ada kesamaan formula yang digunakan Gibran Rakabuming untuk cawapres lainnya, yakni Cak Imin dan Mahfud MD. Jurnalis tersebut sebelumnya menyelenggarakan live nonton bareng untuk sesi debat capres perdana. Kali ini melakukan hal serupa untuk debat cawapres.

- Advertisement -

Ia bersama dengan Andovi da Lopez dan sang adik, Jovial da Lopez mengomentari salah satu momen menarik kala debat berlangsung. Najwa buka suara menanggapi pertanyaan putra sulung Presiden Joko Widodo kepada cawapres Anies Baswedan.

Putri darii Quraish Shihab menangkap bahwa Gibran melakukan pola yang sama di setiap kesempatannya untuk bertanya.

- Advertisement -

“Ini formulanya sama ya, bertanya menggunakan singkatan dan istilah asing,” seperti dikutip Kilat.com dari YouTube Najwa Shihab pada 23 Desember 2023.

Presenter tersebut juga menilai bahwa serangan Wali Kota Surakarta ini merupakan upaya untuk mengetes lawan bicara.

“Sekaligus untuk ngetes kali,” ungkapnya.

Meski demikian, Timses AMIN, Bestari Barus berpendapat bahwa pertanyaan tersebut seharusnya tidak diucapkan dalam bahasa Indonesia. Mengingat istilah tersebut berasal dari literatur bahasa Inggris.

“Merencanakan pertanyaan tersebut seolah-olah lawan bicaranya tidak akan mengerti maksudnya,” ujarnya.

Sementara perdebatan antar narasumber berlangsung, Mbak Nana sapaan akrabnya nampak tertawa meramaikan suasana. Namun, di sisi lain, ia tidak menyalahkan penggunaan pertanyaan singkatan dalam forum debat.”Di forum debat, terserah pakai singkatan kek itu wajar saja karena salah satu metodenya adalah untuk memancing, ” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pandangannya bukan untuk membela. “Saya tidak membela siapapun. Namun, dalam konteks debat, itu dapat diterima dan dianggap wajar. Apa yang salah?,” tukasnya. (Zs/Klt.com)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini