spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Musuh Islam Gunakan Jin Hadang Partai Islam

Saya semakin tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada diri saya. Kemampuan mendengar suara yang tidak didengar orang lain itu hanyalah satu bagian dari keanehan yang saya alami. Selain itu ada beberapa hal yang terus menjadi pertanyaan dalam diri saya. Misalnya mimpi yang menjadi nyata. Entah sudah berapa kali. Misalnya dalam kepulasan tidur itu, saya bermimpi kedatangan seorang teman kuliah yang berpakaian biru. Awalnya saya hanya menganggap itu adalah bunga tidur belaka yang tidak perlu dirisaukan dan dipikirkan. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya membuat saya berpikir ulang. Saya benar-benar kedatangan tamu. la adalah seorang teman yang semalam hadir dalam mimpi. Yang lebih mengejutkan ia mengenakan baju biru sama seperti yang terlihat dalam mimpi. Saya tidak tahu apakah itu suatu kebetulan belaka, tapi yang jelas mimpi-mimpi berikutnya juga sering menjadi nyata Sampai ada teman yang berkomentar, “En, kamu seperti paranormal saja.”

Saya tidak tahu bagaimana sebenarnya paranormal itu bekerja. Tapi yang jelas saya juga bisa menerawang dari jarak jauh seperti mereka. Suatu saat saya menerima telpon dari seorang teman karib yang sedang berada di Yogya, namanya Evi. Dia sedang makan dengan seorang temannya. Entah kenapa saat itu saya mencoba membayangkan siapa yang sedang makan dengan Evi. “Teman kamu, pakai baju biru ya,” kata saya. “Dia berambut gondrong,” kata saya lagi. “Kok kamu tahu sih,” ujar Evi dengan nada penasaran. Rasa penasaran Evi itu saya timpali dengan tawa mengembang. Apakah memang ada jin yang mengikuti saya? Saat itu saya belum berpikir sejauh itu.

- Advertisement -

Dialog-Dialog dengan Hati yang Membingungkan

Penderitaan saya tidak juga berakhir meski telah berlangsung berbulan-bulan. Bahkan bisa dibilang intensitasnya semakin tinggi. Selama berbulan-bulan saya tidak bisa tidur nyenyak dan hampir setiap malam ada saja gangguan yang saya alami. Tidak seperti biasanya, kali ini gangguan itu lebih sering terjadi saat saya mau melakukan shalat malam. Seperti yang terjadi pada malam itu. Ketika sedang sholat, saya merasakan hawa dingin menempel di punggung kanan saya. Hawa yang sangat dingin itu menjalar ke tangan sebelum akhirnya menggerayangi wajah. Saya terkesima, ketika hawa dingin itu tiba-tiba lenyap bersamaan dengan tiupan angin pada gorden yang bertiup kuat hanya satu kali, ketika kakak masuk ke kamar saya. Namun, muncul kembali saat kakak keluar kamar. Saya heran mengapa bisa demikian.

- Advertisement -

Selain diganggu ketika shalat, saya juga suka membandingkan antara Islam dan Kristen. Perbandingan yang berasal dari bisikan yang terbetik begitu saja dalam hati. “Orang Kristen itu sepertinya suka mengasihi sesama” sedikit kekaguman itu berawal dari kesukaan saya untuk mengikuti kajian-kajian Kristen di televisi. Betapa terkejutnya saya ketika saya merasakan bisikan dalam hati yang seakan menjawab kekaguman itu, “Memang benar. Agama kristen itu bersifat kasih” selanjutnya saya merasa ada bisikan-bisikan yang membicarakan tentang Yesus yang penuh kasih.

Akibat dari bisikan itu semakin menyesakkan rongga dada. Bagaimana tidak, bila selanjutnya timbul keraguan akan agama yang saya anut, “Sebenarnya Al-Qur’an itu benar nggak ya. Jangan-jangan yang benar itu agama Kristen lagi”. “Apa benar apa yang dikatakan nabi Muhammad?” itu adalah penggalan dialog-dialog yang sering kali terulang. Hingga saya keheranan dengan diri saya sendiri, apa yang sebenarnya terjadi. Namun seakan saya tidak dibiarkan untuk mengambil nafas dan menentukan jalan hidup. Bisikan itu menawarkan jalan keluar, “Sudah masuk Kristen saja. Di Kristen itu tidak ada yang disusahkan.”

Saya berusaha melawan bisikan yang merusak eksistensi aqidah itu. Dengan berdoa kepada Allah di keheningan malam. Namun, kembali muncul bisikan di telinga, “Tuhan kamu tidak mendengar. Tuhan kamilah yang mendengar,” saya semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan diri saya. Siapa yang berbicara dan membisikkan keragu-raguan dalam hati ini. Walau demikian saya terus berusaha melawannya dengan banyak beristighfar memohon pertolongan kepada Allah.

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini