spot_img
Senin, Mei 20, 2024
spot_img

Menteri Perdagangan AS: Virus Corona Meningkatkan Ekonomi AS

KNews.id- Sebuah pernyataan nirempati meluncur dari mulut seorang pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump. Pejabat tersebut berpendapat bahwa  wabah virus corona baru, 2019-nCoV yang merebak di China membuat ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi bagus. Tentu saja, pernyataan tersebut memicu kecaman para politisi dan ekonom Amerika.

Adalah Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, yang mengeluarkan pernyataan tak berperikemanuasiaan tersebut. Pada hari Kamis waktu Amerika, Ross mengatakan wabah 2019-nCoV dapat meningkatkan ekonomi AS, padahal virus tersebut telah merenggut 258 orang di China (data 1 Februari 2020) dan menginfeksi lebih dari 10.000 orang secara global.

- Advertisement -

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Ross berkata, “Saya pikir itu akan membantu mempercepat pengembalian pekerjaan ke Amerika Utara—beberapa ke AS, mungkin beberapa ke Meksiko juga.”

Padahal, dia mengakui sisi buruk dari wabah tersebut.

- Advertisement -

“Saya tidak ingin berbicara tentang putaran kemenangan atas penyakit yang sangat disayangkan, sangat ganas,” katanya.

Ross menambahkan bahwa bisnis perlu memperhitungkan risiko dan mempertimbangkan virus ketika meninjau rantai pasokan. Segera saja respons muncul. Datangnya dari Departemen Perdagangan AS yang mengeluarkan sebuah pernyataan yang berbunyi, “Seperti yang dijelaskan oleh Menteri Ross, langkah pertama adalah mengendalikan virus dan membantu para korban penyakit ini.”

- Advertisement -

Pernyataan tersebut disampaikan seorang juru bicara.

“Penting juga untuk mempertimbangkan konsekuensi melakukan bisnis dengan negara yang memiliki sejarah panjang dalam menutupi risiko nyata bagi rakyatnya sendiri dan seluruh dunia,” lanjut pernyataan Kementerian Perdagangan AS.

Komentar Menteri Ross dikecam oleh beberapa ekonom dan politisi. Salah satunya, anggota Kongres dari Partai Demokrat, Don Beyer, yang melontarkan sindiran dan kecaman via Twitter.

“Penyakit membunuh ratusan adalah berbicara tentang cara-cara untuk menghasilkan uang darinya,” tulis Beyer. “Entah bagaimana mereka selalu menemukan cara untuk menjadi lebih buruk.”

Penasihat Perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, mengatakan pada hari Kamis bahwa Washington tidak akan membuat konsesi tarif ke Beijing, dan menjelaskan bahwa tarif ada di tempat karena China terlibat dalam subsidi besar-besaran yang tidak adil.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengumumkan keadaan darurat global ketika virus Corona baru menyebar ke lebih dari 20 negara lain. Para analis mengatakan virus itu dapat merusak ekonomi China.

Wabah ini telah memaksa perusahaan global termasuk raksasa teknologi, pembuat mobil, dan pengecer untuk sementara waktu ditutup di China setelah pihak berwenang memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dan memberlakukan larangan perjalanan besar di seluruh negeri. (Fahad Hasan)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini