spot_img
Rabu, April 17, 2024
spot_img

Kubu Penolak Hasil Pemilu Terprovokasi Orasi Massa Tandingan

 

KNews.id – Aksi di depan Patung Kuda, Rabu (27/3/2024) antara massa pendukung dan penolak hasil Pemilu 2024 diwarnai kericuhan dan saling lempar batu.

- Advertisement -

Hal itu terjadi ketika sejumlah massa penolak Hasil Pemilu yang tadinya berada di sisi Jalan Medan Merdeka Barat mendatangi lokasi massa tandingan yang berada di sisi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Massa penolak hasil Pemilu itu merasa terprovokasi dengan orasi dari kubu pendukung hasil Pemilu.

- Advertisement -

“Turun lu sini, jangan provokasi begitu, dasar massa bayaran,” teriak salah seorang massa kontra hasil Pemilu dengan penuh kegeraman. Bukannya berhenti, dua orator dari kubu pro Pemilu yang berdiri di atas mobil komando justru terus berorasi dan kian membuat massa penolak kian terpancing emosi.

“Kita yang muda tenang, biarkan aja yang tua-tua itu emosi. Padahal kan ini lag bulan puasa,” ujar orator dari massa pro hasil Pemilu.

- Advertisement -

Tak lama kemudian, aksi saling lempar batu terjadi dari massa penolak dan pendukung hasil Pemilu. Massa pendukung Pemilu pun turut melemparkan bambu yang tadinya digunakan sebagai pegangan poster yang mereka bawa saat aksi.

Hal itu membuat massa dari kubu kontra Pemilu menjadi kian banyak yang datang untuk melakukan lemparan balasan. Tak sedikit juga para emak-emak yang ikut tersulut emosinya sambil meluarkan umpatan kepada massa tandingan.

Polisi pun langsung membentuk barikade untuk menghalau massa kontra yang ingin menyerang massa pro Pemilu. Sekitar lebih dari 5 menit terjadi kericuhan, perwakilan massa kontra akhirnya berhasil menenangkan rekan-rekannya untuk kembali mundur ke tempat yang disediakan untuk mereka menggelar aksi.

Pukul 12.00 WIB, kericuhan pun telah berhasil diredam dan kedua kubu kini kembali berorasi di tempatnya masing-masing. Diketahui, massa pendukung hasil Pemilu memang selalu menggelar aksi tandingan tiap ada aksi yang digerakan oleh dan kontra Pemilu. Hal itu sudah terjadi berulangkali, baik di KPU, Bawaslu maupun DPR RI.

(Zs/Trbn)

 

 

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini