spot_img
Senin, April 22, 2024
spot_img

Kondisi Terkini Timnas AMIN, Disebut Sudah Lempar Handuk, Sudirman Said: Sebagian Tidak Aktif Lagi

 

KNews.id – Inilah kondisi Timnas AMIN usai Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pilpres 2024. Banyak pihak yang menilai Timnas AMIN sudah tidak solid dan terpecah-pecah usai gagal mengantarkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih kemenangan di Pilpres 2024.

- Advertisement -

Anies-Muhaimin sendiri menempati posisi kedua setelah Prabowo-Gibran, sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, berada di posisi ketiga perolehan suara hasil rekapituliasi final KPU. Selain itu, Timnas AMIN juga diterpa kabar bahwa sudah menyerah untuk memperjuangkan Anies-Muhaimin.

Terkait dengan berbagai kabar tersebut, Co-Captain Timnas AMIN, Sudirman Said, membeberkan kondisi internal di tim pemenangan Anies-Muhaimin.

- Advertisement -

“Jadi saya ditanya oleh media, bagaimana sikap 01 terhadap berbagai persoalan.” “Saya bilang, Timnas tentu masih bekerja keras, terutama tim hukum, tim IT, dan saksi,” ucap Sudirman.

Ia mengaku memang sebagian besar personel dari Timnas AMIN sudah tidak aktif. Namun hal itu tidak bisa menjadi patokan bahwa Timnas AMIN tak lagi solid. Sudirman mejelaskan jumlah personel Timnas AMIN sangat besar bahkan mencapai 700 orang.

- Advertisement -

Karena kegiatan sudah tidak lagi sebanyak dan sepadat seperti masa kampanye, otomatis banyak personel yang tidak aktif lagi.

“Pasti sebagian (personel) sudah tidak aktif lagi, misalnya tim kampanye sudah enggak (aktif), tim medsos untuk sementara slow karena tidak ada lagi campaign-campaign,” ucap Sudirman.

Sehingga dirinya membantah jika Timnas AMIN dianggap sudah menyerah.

“Jadi saya menjelaskan situasi saja, tapi mungkin di-frame seolah-olah lempar handuk, padahal enggak,” tegas Sudirman.

Penurunan Bendera NasDem

Sebelumnya sempat terjadi insiden penurunan Bendera Partai NasDem di Markas Timnas AMIN di Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat. Penurunan bendera salah satu partai pengusung Anies-Muhaimin ini pun memicu munculnya opini publik tentang kesolidan Timnas AMIN.

Belakangan diketahui penyebabnya karena relawan AMIN kecewa terhadap sikap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang telah menerima hasil rekapitulasi Pilpres 2024. Bahkan Surya Paloh secara pribadi telah mengucapkan selamat atas kemenangan Paslon 02 Prabowo-Gibran.

Sikap Surya Paloh ini dianggap berlawanan dengan sikap yang diambil Anies, Muhaimin dan tim pemenangannya. Hingga akhirnya penurunan Bendera Partai NasDem itu dilakukan.

“Karena beliau (Surya Paloh) sudah berkoalisi, berkumpul dengan mereka (Prabowo-Gibran), bergabung gitu kan.”

“Menurut berita bahwa NasDem ini sudah istilahnya menerima hasil keputusan dan mengucapkan selamat,” ujar pelaku penurunan Bendera Partai NasDem, Zacky Huda, relawan yang mengaku dari Barisan Anak Kolong (Barak) AMIN.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Hukum Tim Nasional Pemenangan (Timnas) AMIN, Ari Yusuf Amir memaklumi Surya Paloh punya langkah sendiri sebagai politisi. Ari Yusuf menyebut Surya Paloh tetap mendukung Timnas AMIN untuk melayangkan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sebagai politisi, negarawan, sah-sah saja, tapi kalau sikap beliau untuk mendukung kita ke MK dan mendukung untuk hak angket, tetap (dilakukan).”

“Tapi (memang) sebagai politisi dia punya cara-cara sendiri,” ujar Ari Yusuf di kawasan Jakarta Pusat.

Hingga saat ini, kata Ari Yusuf, pihaknya masih menjalin komunikasi dengan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim. Melalui jalinan komunikasi tersebut, Partai NasDem menyebut Surya Paloh tetap konsisten dengan dukungannya dalam barisan AMIN.

”Saya pikir sah-sah saja karena sampai saat ini bahkan kemarin saat saya dihubungi oleh sekjen Nasdem, (mereka) ikut bergabung dengan kita,” jelas Ari Yusuf.

Resmi Ajukan Gugatan

Kini, Anies-Muhaimin telah mendaftarkan gugatan perkara ke MK. Keduanya mengajukan gugatan dengan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024.

Gugatan itu diterima dengan nomor 01-01/AP3-PRES/Pan.MK/03/2024 tertanggal 21 Maret 2024 pukul 09.02 WIB. Pendaftaran gugatan itu dipimpin oleh Ari Yusuf Amir dan tim hukum lainnya. Adapun kedatangannya ke MK disertai dengan membawa tumpukan berkas perkara.

PKS Hormati Keputusan Surya Paloh

Juru Bicara DPP PKS Muhammad Iqbal mengungkapkan pihaknya menghormati sikap NasDem memberikan ucapan selamat kepada Prabowo-Gibran karena telah memenangi Pilpres 2004.

Menurut Iqbal setiap partai politik memiliki sikap masing-masing yang tidak bisa diintervensi.

“PKS menghormati sikap NasDem. Setiap partai punya sikap masing-masing yang tidak bisa diintervensi partai lain,” kata Iqbal dihubungi.

Iqbal juga menuturkan bahwa pihaknya berharap hak angket DPR usut dugaan kecurangan Pemilu 2024 bisa terus berjalan.

“PKS berharap hak angket tetap berjalan,” tegasnya.

Adapun terkait gugatan pemilu di Mahkamah Konstitusi, dia menuturkan partai politik yang tergabung Koalisi Perubahan solid untuk melakukan gugatan di MK.

Sebelumnya Partai Nasdem menyatakan menerima hasil Pemilu 2024 sekaligus mengucapkan selamat kepada Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka usai memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh saat menggelar konferensi pers pernyataan sikap atas hasil Pemilu 2024 di Nasdem Tower, Menteng, Jakarta Pusat.

“Partai Nasdem menyatakan menerima hasil pemilu tahun 2024 yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden dan wakil presiden,” kata Surya.

“Partai Nasdem juga mengucapkan selamat kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran rakabuming Raka sebagai pemenang Pilpres 2024,” sambungnya.

Selain itu dalam poin pernyataan sikap lainnya, Surya juga menyampaikan ucapan selamat terhadap seluruh partai politik peserta Pemilu serta ketiga paslon yang telah berkontestasi di Pilpres 2024.

“Partai Nasdem mengucapkan selamat kepada seluruh partai politik peserta pemilu legislatif tahun 2024 beserta dengan tiga Pasangan calon yang telah mengikuti kontestasi pemilihan presiden pada Pemilu 2004,” jelas Surya.

(Zs/Trbn)

 

 

 

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini