spot_img
Kamis, Juni 20, 2024
spot_img

Khalid Basalamah : Kata Siapa Laki-laki Tak Boleh Shalat di Rumah Sendiri? Justru Sangat Diperbolehkan

KNews.id – Shalat merupakan ibadah wajib yang melekat pada tiap muslim dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Shalat berjamaah bisa dilakukan sekurang-kurangnya dua orang, yakni imam dan seorang makmum.

Shalat berjamaah dianjurkan bagi laki-laki karena memiliki keutamaan, salah satunya pahala yang berlipat sebanyak 27x dibandingkan dengan shalat sendiri. Apalagi shalat berjamaah yang dilakukan di masjid bagi laki-laki hukumnya sunnah muakkad secara umum.

- Advertisement -

Namun terkadang masih ada beberapa perbedaan pendapat dari kalangan para ulama tentang shalat berjamaah. Lantas apakah laki-laki tidak boleh shalat sendiri di rumah? Simak penjelasan Ustaz Khalid Basalamah berikut ini.

Salah satu mazhab yang lebih mengkhususkan hukum shalat berjamaah untuk laki-laki adalah Mazhab Hambali.

- Advertisement -

Mazhab Hambali menyatakan bagi setiap muslim laki-laki yang sudah akil baligh, hukumnya adalah fardhu ain dan berdosa jika ditinggalkan.  Rasulullah SAW bersama para sahabatnya selalu menjaga shalat berjamaah yang dilakukan bersama.

Dalam salah satu hadist riwayat Muslim, Rasulullah SAW menegaskan hal demikian yang berbunyi:

- Advertisement -

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ فِتْيَتِي فَيَجْمَعُوا حُزَمًا مِنْ حَطَبٍ، ثُمَّ آتِيَ قَوْمًا يُصَلُّونَ فِي بُيُوتِهِمْ لَيْسَتْ بِهِمْ عِلَّةٌ فَأُحَرِّقَهَا عَلَيْهِمْ

Artinya: “Dan sungguh saya ingin menyuruh shalat segera ditegakkan. Lalu saya suruh seseorang mengimami orang-orang, lalu saya bersama laki-laki sambil membawa kayu bakar menuju ke orang yang tidak menghadiri shalat (berjamaah), kemudian saya bakar rumah-rumah mereka dengan apai.” (HR Muslim).

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ucapan Rasulullah SAW itu bukan sebagai paksaan, namun hanya sebuah saran yang menegaskan kewajiban shalat di masjid.  “Bukan memaksakan pendapat, namun saya sarankan shalat di masjid berjamaah.

Ke masjid, hanya hitungan menit, dapat pahala setiap ke masjid, dapat istana di surga,” terang Ustaz Khalid Basalamah.

Shalat yang diperbolehkan dikerjakan di rumah meski begitu, berbeda dari shalat wajib. Pada hakikatnya laki-laki diperbolehkan melaksanakan shalat sendiri di rumah, salah satunya shalat sunnah. Dalam sebuah riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Hendaknya kalian mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat maktubah (fardhu).” (HR Bukhari no 5672 dan Muslim no 781).

Umat Muslim sendiri dianjurkan untuk melakukan sebagian shalatnya di dalam rumah agar menghidupkan dzikir di dalam rumah. Pasalnya, rumah yang tidak dipergunakan untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah itu sama seperti kuburan.

“Hadits ini menekankan agar laki-laki melaksanakan shalat sunnah di rumah, sementara yang paling afdhal adalah shalat wajibnya di masjid tapi yang afdhal sunnahnya di rumah,” terang Ustaz Khalid Basalamah.

Ustadz Khalid lantas menuturkan, keutamaan shalat di masjid pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW jika shalat berjamaah perbandingannya 27 derajat.  “Perbedaan shalat berjamaah dan sendiri itu, perbedaannya 12.000 tahun. (27) derajatnya di surga ini.

Hanya karena malas melangkah ke masjid, kecuali sedang sakit, ya lain ada uzur,” ujarnya.  Uzur bagi seorang laki-laki dalam melaksanakan shalat berjamaah adalah sakit, hujan, safar, buang hajat, dan sebagainya.

Maka dari itu, jika memang memiliki kesempatan untuk shalat berjamaah di masjid, maka segerakan. “Kata Nabi SAW siapa yang terbiasa melakukan sebuah perbuatan pada saat dia sedang dalam keadaan sehat, seperti majelis ilmu, puasa senin kamis, shalat berjamaah, maka Allah akan memberikannya pahala ibadah itu pada saat dia ada udzur,” sambungnya.

Adapun menurut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah, shalat yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah diantaranya shalat wajib seperti shalat 5 waktu, dan shalat Jumat.

Sedangkan untuk shalat sunnah seperti shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, shalat tarawih, shalat witir, shalat istisqa’, shalat gerhana, shalat dhuha, dan shalat jenazah boleh dikerjakan di rumah.

(Zs/Tv1)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini