spot_img
Sabtu, Maret 2, 2024
spot_img

Kerja Sama Layanan Internet Tak Berlanjut, Ternyata Segini Penawaran PT Telkom ke Pemko Payakumbuh

KNews.id – Keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh memilih PT Marawa Transmisi Media sebagai penyedia jasa internet dan tidak melanjutkan kerja sama dengan PT. Telkom sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.

PT. Telkom pun kembali memberi penjelasan lantaran disebut sempat tidak mencantumkan harga di e-Katalog. Selain itu, PT. Telkom juga menyebut bahwa biaya layanan yang mereka tawarkan tidak lebih tinggi dari PT Marawa Transmisi Media.

- Advertisement -

General Manager Government and Enterprise Service Telkom Regional 1 Sumatera, Suwito mengatakan penawaran yang mereka sampaikan ke Pemko Payakumbuh dalam Transit Domestik 600 Mbps dan dalam Fiber Optik Broadband 100 Mbps lengkap untuk sekolah-sekolah adalah Rp149,688 juta per bulan.

“Atau dalam setahun penawaran kita Rp1,796 miliar. Itu sudah termasuk mengcover titik SD dan SMP di Payakumbuh,” kata Suwito menjelaskan, ditulis Kamis (18/1).

- Advertisement -

Suwito menambahkan, angka tersebut baru tahap penawaran. Menurutnya, akan ada negosiasi penyesuaian harga, yang dibahas secara online di dalam e-katalog.

“Setelah negosiasi tidak tertutup kemungkinan harga kontrak akan lebih kecil dibandingkan dengan harga penawaran,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Junaidi mengungkap alasan tidak lagi menggunakan layanan internet PT. Telkom. Selain PT. Marawa Transmisi Media yang memberikan penawaran harga paling rendah, PT Telkom disebut tidak mencantumkan harga di e-Katalog.

Junaidi kemudian membuka data beberapa perusahaan yang memasukan penawaran ke Pemko Payakumbuh. Dalam Transit Domestik 600 Mbps PT. Telkom disebut tidak menuliskan penawaran.

Sementara itu PT. Indosat Tbk mengajukan penawaran Rp69,96 juta, PT Indonesia Comnents Plus dengan harga penawaran Rp141, 65 juta dan PT Marawa Transmisi Media dengan penawaran Rp55 juta.

Seperti diketahui, kontrak kerja sama Pemko Payakumbuh dengan PT. Marawa Transmisi Media saat ini adalah Rp1,798 miliar. Kontrak tersebut sudah termasuk perluasan jaringan kabel fiber optik ke 40 SD Negeri dan 11 SMP Negeri se-Kota Payakumbuh.

Junaidi menambahkan, alasan lain pihaknya menggunakan layanan provider internet swasta tersebut adalah untuk menghilangkan kesan monopoli.

“Terkait pemanfaatan jasa provider internet baik itu BUMN atau tidak, mereka punya hak yang sama. Justru kalau kerja sama dengan PT. Telkom kita lanjutkan, ini kesannya monopoli. Tentunya akan menimbulkan pertanyaan, ada apa?,” kata Junaidi kepada Sumbarkita, Senin (15/1).

Junaidi melanjutkan, untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan, Pj Wali Kota Payakumbuh Jasman Rizal menyarankan membuka kesempatan semua provider untuk bekerja sama dengan Pemko.

“Justru ini saran dari PJ Walikota Jasman Rizal, biar fair. Supaya peluang provider yang lain boleh ikut sepanjang persyaratan dan apa yang kita tawarkan terpenuhi,” kata juru bicara Pemko Payakumbuh tersebut.

Junaidi mengaku dirinya mengetahui sedikit banyak tentang PT. Marawa Transmisi Media. Selain pernah bekerja sama dengan Diskominfo Provinsi Sumbar, PT. Marawa juga telah banyak bekerja sama dengan daerah lain.

“PT Marawa ini sudah banyak bekerja sama dengan kota-kota lain. Tidak hanya di Sumbar, di provinsi lain PT Marawa sudah banyak kerja sama,” katanya.  (Zs/SK)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini