spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Kematian Akan Membuktikan Semuanya, Mana yang Benar dan Salah

KNews.id –  Lalu Kami berfirman, —”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan pada kalian tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kalian mengerti (Al Baqarah ayat 73).

Merenungi ayat Al Qur’an memang tidak akan pernah sampai pada konklusi akhir, akan tetapi seperti menulis dengan tinta air laut, yang mana tidak akan pernah habis.

- Advertisement -

Satu ayat kita renungi dalam berbagai pendekatan akan mendapatkan satu pengetahuan, bagi ahli bahasa dia akan mampu mengambil makna dari huruf bahkan lafadz dan susunan kalimatnya. Bagi seorang komunikator expert dia akan mampu merenungi bagaimana gaya bahasa ilahi dalam mengkomunikasikan pesan. Bagi seorang ahli pendidikan akan mampu membaca setiap ayat sebagai pesan pendidikan manusia. Sebagai seorang ahli teknik akan mampu membaca setiap ayat sebagai sebuah kontruksi membangun bangunan peradaban manusia. Demikianlah Allah menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa.

Sehingga Al Qur’an adalah sebuah sajian dari Zat Yang Serba maha dengan isinya yang multifungsi dan objek. Maka salah besar yang mengatakan Al Qur’an hanya pantas dikaji oleh Agamawan saja, para ustadz, kiayai dan para ulama.

- Advertisement -

Surat Al Baqarah ayat 73 adalah konklusi akhir dari pengembaraan Bani Israil dalam mengungkapkan kasus pembunuhan saudagar kaya yang dibunuh keponakanya, demi mendapatkan warisannya. Dengan firman-nya;

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا

Lalu Kami berfirman, “Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota (badan) sapi betina itu.’ (Al-Baqarah: 73)

Sehubungan dengan hal ini Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Affan ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziad, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang Bani Israil yang diperintahkan menyembelih sapi betina itu, mereka mencarinya selama empat puluh tahun.

Mereka baru dapat menemukannya setelah empat puluh tahun, yaitu pada ternak sapi milik seorang lelaki dari kalangan mereka. Sapi betina itu sangat disayangi oleh pemiliknya. Kemudian mereka membujuknya dengan memberikan harga yang pantas, tetapi pemiliknya menolak untuk menjual.

Akhirnya mereka memberinya dengan tukaran emas sepenuh kulit sapi tersebut. Si pemilik sapi menyetujuinya, lalu mereka menyembelihnya. Selanjutnya mereka memukul si terbunuh dengan salah satu anggota badan sapi betina yang telah disembelih itu, maka si terbunuh hidup kembali, sedangkan urat lehemya masih dalam keadaan berlumuran darah. Lalu mereka berta-ya, ‘Siapakah yang membunuhmu?’ Ia menjawab, Fulan telah membunuhku’.”

Ayat ini tentu kontra produktif dengan konsep hukum alam, bahwa orang mati tidak akan mungkin hidup lagi.  Akan tetapi pada ayat ini adalah mukjizat Allah SWT di luar nalar logika manusia, akan tetapi nalar iman yang akan mengujinya.

Dalam pendekatan hukum tentu hal ini akan sulit diketemukan, akan tetapi dalam fakta historis pernah terjadi, misal Allah menghidupkan manusia melalui Nabi Isa, Nabi Ibrahim menghidupkan burung dan kasus Bani Israil dalam ayat ini.

Pengungkapan kasus pidana dengan pengakuan orang mati yang dihidupkan adalah bukti tak terbantahkan, seperti juga pengakuan Isa Al masih yang masih bayi ketika menyelamatkan Maryam dalam tuduhan berzina.

Hakikatnya ayat ini adalah pesan mendalam bahwa semua akan terungkap setelah kematian.

Peneliti NASA sudah membuktikan bahwa akhirat adalah nyata. Ada kehidupan setelah kematian. Kepala ilmuwan roket NASA, Wernher Von Braun yang berjasa membantu AS mengalahkan Rusia dalam perlombaan ruang angkasa menyatakan dirinya percaya dan memiliki bukti adanya kehidupan akhirat setelah kematian.

Dalam buku berjudul “The Third Book of Words to Live By”, dirinya menyatakan bahwa hukum dasar alam semesta mendukung kebenaran keberadaan Tuhan dan akhirat

Von Braun berpendapat tidak ada yang benar-benar menghilang dari alam semesta setelah manusia mengalami kematian dan jiwa manusia sama-sama abadi.

Ilmuwan NASA kelahiran Jerman tersebut bahkan mengklaim kepercayaan pada kehidupan akhirat memberi orang kekuatan moral untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih etis.

Pernyataan Von Brown tersebut telah membantah kerasa pernyataan dari mendiang fisikawan teoretis Stephen Hawking yang menyamakan kematian dengan komputer yang dimatikan.

Tak hanya itu, fisikawan yang meninggal pada 2018 lalu tersebut juga mengatakan bahwa kehidupan akhirat dan keberadaan surga serta neraka pun adalah sebuah dongeng.

Dengan keyakinan ini maka akan dipastikan bahwa kematian akan mengungkapkan segala yang kita lakukan di dunia, seperti mayat yang dihidupkan mengungkapkan siapa pembunuhnya. Dalam alam kematian itulah manusia tidak akan mampu mengelak akan apa yang dilakukan di depan Allah SWT, mereka akan mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.(surta Yasin 65)

Imam Ath-Thobary dalam Tafsir Ath-Thobary) juga menjelaskan bahwa lisan orang musyrikin kelak di hari kiamat akan dikunci oleh Allah Swt. Tangan mereka yang akan berbicara dan paha bagian kaki kiri mereka yang akan menjadi saksinya atas kemaksiatan yang telah dilakukan semasa hidup.

Adapun dalam Tafsir Ibnu Katsir, beliau menjelaskan dalam menafsiri ayat tersebut bahwa esok di hari kiamat orang kafir dan orang munafik akan mengingkari perbuatan dosa yang telah mereka lakukan di dunia. Bahkan mereka bersumpah bahwa tidak pernah melakukan perbuatan maksiat. Saat itulah Allah Swt. mengunci mulut mereka sehingga tidak bisa berbicara lagi. Lalu tangan mereka yang diperintah untuk berbicara dengan disaksikan oleh anggota yang lain.

Demikianlah ketika kematian akan mengungkapkan segalanya, apapun tak akan dapat tersembunyi di hadapan Allah SWT.

Sikap ini akan membuat insan profetis akan menjadi manusia yang selalu berhati-hati karena semua akan dipertanggungjawabkan, maka mereka akan selalu berbuat baik. Seluruh keburukan akan dibalas denga keburukan baik dunia ataupun akhirat, dan tak ada yang terlalaikan sekecil apapun.  (Zs/UM)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini