spot_img
Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

JPU Dapat Ajukan Herziening Kepada MA Tujuh Terpidana dan Tuntut Mati Tiga Tersangka DPO Pembunuh Ekki-Vina

Oleh :  Damai Hari Lubis –  Sekretaris Dewan Kehormatan DPP. KAI (Kongres Advokat Indonesia).

KNews.id – Apabila Penyidik Polri dapat menangkap para tersangka/ TSK yang berstatus DPO atau TSK yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang yaitu Peggy, Andi dan Danny atau Para DPO terhadap peristiwa delik pembunuhan berencana/ moord, lalu JPU.

- Advertisement -

mendapatkan novum atau bukti baru, dari ketiga orang DPO dalam bentuk pengakuan atau kesaksian yang terdapat di dalam BAP. yang dibuat di hadapan penyidik, maka terhadap 7 (Tujuh) orang terpidana, Rivaldi Aditya Wardana, Eko Ramadhani, Hadi Saputra, Jaya, Eka Sandi, Sudirman dan Supriyanto, pihak JPU dari Kejaksaan Negeri Cirebon dapat mengajukan herziening/ Peninjauan Kembali atau PK.

kepada Mahkamah Agung RI/ MA agar judex Juris MA merubah putusan judex facti atau pengadilan tingkat pertama dari vonis seumur hidup menjadi vonis mati terhadap ke 7 orang terpidana dimaksud.

- Advertisement -

Bahwa diketahui secara hukum, dari ke 7 (tujuh) orang terpidana seumur hidup ini, dua orang diantaranya Rivaldi/ Unyil dan Eko, dahulunya memang mendapat vonis hukuman mati, oleh Pengadilan Negeri Cirebon, Jawa Barat, namun Peggi alias Unyil dan Eko vonisnya dianulir oleh judex facti Pengadilan Tinggi Bandung menjadi penjara pidana seumur hidup.

Namun pastinya bahwa ke 7 orang (terpidana) telah dinyatakan terbukti melakukan delik moord sesuai Pasal 340 KUHP Jo. 285, 286 Jo. Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

- Advertisement -

Dan terhadap ke 3 orang TSK. DPO Pembunuh Ekki dan Vina (Peggi, Andi dan Dani). Kelak JPU dapat mendakwa serta menuntut idem pasal identik terhadap ke 7 terpidana saat ini, di wilayah yurisdiksi Pengadilan Negeri Cirebon, Jawa Barat (Vide KUHAP Pasal 84)

Sehingga dapat disimpulkan, terkait novum;

1. Bahwa, JPU mendapatkan kekuatan hukum atas dasar novum atau berdasarkan bukti baru yang berasal dari keterangan para saksi DPO. Dalam BAP. Mereka (Jika tertangkap) ;
2. Selain JPU. mendapatkan keterangan BAP berikut barang bukti baru, maupun yang ada dahulu sebelumnya, namun ternyata dipatahkan atau tidak dapat dibuktikan, sehingga dengan novum (alat bukti baru) dari BAP yang bewijsmiddelen (faktor bukti yang menunjang) yang kualitatif terhadap peristiwa delik, yang berasal daripada ke- 7 serta dari 3 orang pelaku DPO.yaitu Peggi, Andi dan Deni, sehingga JPU. dapat mendapatkan bukti kebenaran yang sesungguhnya atau materiele waarheeid

Namun, JPU. sebaliknya tidak dapat mengajukan PK. Terhadap ke 7 orang terpidana, apabila JPU. tidak mendapat novum yang berasal dari keterangan atau pengakuan di dalam BAP yang dibuat oleh ketiga TSK. DPO/Pegi alias Perong, Andi, serta Dani (yang jika tertangkap,)

Sehingga tentu berbeda atau pengecualian secara hukum, jika berdasarkan keterangan BAP. dan alat bukti yang berasal dari ke 7 atau diantara ke tujuh orang Terpidana yang ada, dapat diungkap, bahwa ketiga orang (DPO) yang tertangkap tersebut justru merupakan doenpleger atau otak pelaku, juga madelpleger dengan delneming atau bersama-sama (Jo. Pasal 55 KUHP) termasuk mereka ke 7 (tujuh) nya atau diantaranya dengan pola saling kesaksian atau persilangan saksi terdapat pengakuan jika dahulunya ada yang merahasiakan keterlibatan ke 3 orang DPO. tersebut. Maka PK. tetap dapat dilakukan oleh JPU. Kepada semua terpidana yang terdapat novum serta Bewijsmiddelen atau memang punya keterkaitan bukti lain atau keserasian alat bukti.

Maka, setidak-tidaknya jika saja pihak JPU bisa membuktikan terhadap 5 orang pelaku, yaitu terhadap ke- 3 orang DPO yang melarikan diri, merupakan doenpleger (yang menyuruh melakukan atau intelektual dader) namun juga medepleger atau delneming, atau bersama-sama melakukan, serta secara berencana atau moord, plus Rivaldi alias Unyil dan Eko, yang memang kedua terpidana dimaksud, dahulunya mendapatkan tuntutan mati oleh JPU.

Telah melakukan pembunuhan (Vide Pasal 340 KUHP Jo. 285-286 Jo. Pasal 55 KUHP) terhadap kedua orang korban sehingga meninggal dunia (Ekki dan Vina) disertai faktor-faktor pemberat bagi para pelaku yang umurnya sudah dewasa saat tempus delicti atau terjadinya peristiwa delik terhadap Vina korbannya, gadis yang masih berstatus usia dibawah umur yang juga diperkosa Jo.

Pasal 285-286, oleh para terpidana dan juga ketiga (TSK DPO) telah mempersulit proses hukum terhadap peristiwa dolus delicti atau moord pada 27 Agustus 2016 atau tindak pidana a quo in casu selama 8 (delapan) tahun sejak proses hukum berjalan pada tingkat penyelidikan dan penyidikan sampai dengan ke 7 orang menjadi terpidana seumur hidup, jika pada 2024 ini para DPO dapat ditangkap.

Oleh karenanya setidak-tidaknya, terhadap dua orang, Rivaldi alias Unyil dan Eko. Berdasarkan novum JPU. dapat mengajukan pernohonan PK. Hukuman mati ke MA.

Lalu terhadap ke 3 orang DPO. (Peggi, Andi dan juga Denni) jaksa dapat menuntut mati mereka berdasarkan dakwaan pada Pasal 340, Jo. Pasal 285 Jo.286 Jo. Pasal 55 KUHP. Jo. Pasal 81 UU. RI. Nomor 35 Tahun 2014 Undang-Undang Tentang Perlindungan Anak dan kepastian lokasi persidangan harus digelar sesuai kompetensi relatif, yurisdiksi Pengadilan Negeri Cirebon Jo. KUHAP.

(Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini