spot_img
Jumat, Maret 1, 2024
spot_img

JoMan: Pak Jokowi, Ingat! Mana Berani Investor Taruh Uang Kalau Pejabatnya Masih Korup

KNews.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui menambah satu kementerian baru dalam kabinetnya, yakni, Kementerian Investasi. Relawan Jokowi Mania (JoMan) berharap adanya kementerian baru, yakni, Kementerian Investasi, dapat menarik guyuran modal asing yang dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi nasional yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Dengan adanya Kementerian khusus investasi diharapkan dapat mengkonsolidasikan terkait investasi yang ada di setiap Kementerian dan lembaga,” kata Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer, Rabu, (28/4).

- Advertisement -

Selain itu dalam upaya menarik investor tersebut, menurut pria yang karib disapa Noel ini, harus diiringi dengan keseriusan pemberantasan korupsi. Karena kegagalan pengungkapan kasus korupsi akan berdampak pada masuknya modal asing.

“Ini soal kepercayaan, karena mana berani investor taruh uang kalau pejabatnya masih korup,” kata dia.

- Advertisement -

Menurut Noel, tidak dapat dipungkiri, bahwa investor butuh kepercayaan dan kepastian hukum dalam menginvestasikan dananya di Indonesia.

Mereka tidak ingin uangnya yang diinvestasikan di Indonesia, sia-sia karena merugi.

“Korupsi akan jadi menakutkan investor asing. Presiden Jokowi dan Menteri Investasi harus menggaransi plus menjamin bahwa mereka bisa berbisnis yang menguntungkan di Indonesia,” katanya

Oleh karena itu menurut Noel, pembentukan Kementerian baru yang menterinya dikabarkan akan dilantik Rabu petang, harus menjadi momentum dalam pemberantasan korupsi. Dugaan skandal kasus korupsi kelas kakap harus dituntaskan.

“Salah satu kasus korupsi besar adalah kasus jiwasraya. Korupsi jiwasraya dan asabri ini diduga melibatkan para pejabat elit. Nah mereka harus diusut,” pungkasnya. (AHM/bcra)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini