spot_img
Rabu, April 17, 2024
spot_img

Jokowi Ingin Menjadi Perantara Setelah Bertemu Surya Paloh, Simak 5 Tanggapan Ini

KNews.id – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berucap keinginannya untuk menjadi penghubung atau perantara berbagai pihak. Jokowi berucap seperti itu ketika ditanya mengenai pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Istana Merdeka Jakarta pada Senin, 19 Februari 2024. NasDem telah mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024, dengan pasangannya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar.

“Saya itu sebetulnya hanya jadi jembatan. Yang penting nanti partai. Ya (jembatan) semuanya. saya ingin menjadi jembatan untuk semuanya,” kata Jokowi usai peresmian Rumah Sakit Pertahanan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

- Advertisement -

Tanggapan Mengenai Keinginan Jokowi

1. Anomali

Menurut Hotman Siahaan, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, memperkirakan adanya negosiasi.  Mengingat perbedaan yang signifikan dalam perolehan suara antara Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran, Surya Paloh sedang mempertimbangkan kalkulasi politik yang sesungguhnya.

- Advertisement -

“Kalau dugaan apa yang dibicarakan Presiden Jokowi dan Surya Paloh kan bisa macam-macam. Mungkin juga Surya berbicara kalau nanti sudah betul-betul kalah, lalu dapat apa,”  katanya Senin, 19 Februari 2024. “Situasi politik sekarang ini apa pun bisa terjadi. Semua realitas politik kita ini sungguh anomali, saya sulit menganalisa.”

2. Bukan Pertemuan Biasa

- Advertisement -

Pengamat politik Ujang Komarudin memandang, pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh bisa saja bermakna lebih dalam daripada sekadar pertemuan biasa untuk silaturahmi. Pertemuan tersebut ia anggap sebagai isyarat, NasDem sedang mendekatkan diri kepada calon presiden Prabowo Subianto.

“Itu mungkin tinggal menunggu waktu NasDem bertemu Prabowo-Gibran. Sinyal dukungan ke arah sana sudah ada,” kata Ujang, dosen Ilmu Politik Universitas Al Azhar.

3. Upaya Merangkul

Juru Bicara Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Chico Hakim menduga, Jokowi berupaya merangkul Partai NasDem untuk menerima hasil Pemilu 2024 dan bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

“Kami melihat pertemuan ini sebagai upaya Jokowi untuk merangkul NasDem dan ini juga menjadi pandangan yang umum di masyarakat. Walaupun, tentu sebenarnya pemilu belum berakhir,” kata Chico, Senin, 19 Februari 2024, dikutip dari Antara. Chico enggan memberikan komentar berlebihan terkait pertemuan tersebut. Sebab, hanya kedua tokoh itu yang benar-benar mengetahui detail isi pertemuan tersebut.

4. Mendinginkan Suasana

Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, cawapres pendamping Prabowo Subianto mengapresiasi pertemuan ayahnya dengan Surya Paloh. “Saya kira semua tokoh-tokoh, ketua umum-ketua umum partai jika bertemu, bersilaturahmi, saling jaga komunikasi akan mendinginkan suasana,” kata Gibran di Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Senin.

5. Saling Klaim Soal Inisiatif Pertemuan

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan, Surya Paloh menyampaikan permohonan untuk bertemu presiden. “Sebelumnya, Bapak Surya Paloh  menyampaikan permohonan untuk menghadap Bapak Presiden,” katanya melalu pesan singkat.

Atas permohonan tersebut, kata Ari, Jokowi meluangkan waktu untuk menerima Surya Paloh di Istana. Tapi, berbeda keterangan, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan kehadiran Surya Paloh diundang Jokowi. “Untuk memenuhi undangan makan malam Presiden Jokowi,” kata Hermawi Taslim dalam keterangannya.  (Zs/Tmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini