spot_img
Senin, Juni 24, 2024
spot_img

Iran dan Israel Saling Tuding di Sidang DK PBB

 

KNews.id – Israel dan Iran saling tuding jadi ancaman perdamaian di Timur Tengah di sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB, Minggu (14/4).
Masing-masing negara pun menyerukan DK PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap musuh bebuyutan mereka.

- Advertisement -

Duta Besar Israel untuk PBB menyebut Iran sebagai sponsor teror nomor satu di dunia yang telah memperlihatkan “wajah sebenarnya” sebagai pengganggu stabilitas wilayah dan dunia.

“(Mereka) Melepas topeng dan mengenakan sarung tangan,” kata Erdan, sembari memohon agar DK PBB mengambil tindakan.

- Advertisement -

Erdan meminta Dewan Keamanan untuk menunjuk Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris dan “memberikan semua kemungkinan sanksi terhadap Iran sebelum terlambat.”

Secara khusus, ia merujuk pada mekanisme “snapback” yang memungkinkan negara-negara anggota perjanjian nuklir Iran 2015 untuk menerapkan kembali sanksi internasional terhadap Teheran. Kesepakatan itu telah ditinggalkan Amerika Serikat pada 2018.

- Advertisement -

“Kami mempunyai tanggung jawab kolektif sebagai anggota Dewan Keamanan untuk memastikan bahwa Iran mematuhi resolusi dewan dan menghentikan pelanggaran mereka pada Piagam PBB,” kata Wakil Duta Besar AS Robert Wood.

Di tepi jurang

Iran sendiri menyatakan serangannya pada Sabtu (13/4) malam adalah aksi balasan terhadap serangan udara mematikan Israel ke gedung konsulat mereka di Damaskus, Suriah, pada 1 April lalu.

Serangan itu menewaskan tujuh Garda Revolusi Iran, termasuk dua jenderal senior.
Saat menyampaikan pidato pada pertemuan darurat tersebut, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa mereka menggunakan “hak yang melekat (sebagai anggota PBB) untuk membela diri.”

“Dewan Keamanan… gagal dalam tugasnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” kata Iravani. Oleh karena itu, kata Iravani, Iran tidak punya pilihan selain merespons, tapi Iran tidak ingin eskalasi konflik atau perang.

Iravani juga mengecam Israel.

“Sudah waktunya Dewan Keamanan memikul tanggung jawab dan mengatasi ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” kata Iravani.

Ia juga menyebut DK PBB harus mengambil langkah-langkah mendesak untuk memaksa rezim Israel menghentikan genosida di Gaza.

Sejak revolusi Iran tahun 1979, Israel telah dianggap sebagai musuh bebuyutan. Hingga saat ini, Teheran menahan diri untuk tidak menyerang Israel secara langsung, dan kedua negara memilih untuk saling berkonfrontasi melalui pihak ketiga.

Pada hari Minggu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mendesak semua negara untuk menahan diri. Pada pertemuan darurat, ia juga mengatakan bahwa baik kawasan Timur Tengah maupun dunia tidak mampu menanggung perang yang lebih besar.

“Sekarang adalah waktunya untuk meredakan dan meredakan ketegangan,” katanya.

Guterres juga mengulangi kecamannya atas serangan Iran terhadap Israel, dan serangan terhadap konsulat Iran di Damaskus.

“Sudah waktunya untuk mundur dari jurang keterpurukan,” kata Guterres.

(Zs/cnn)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini