spot_img
Minggu, Mei 19, 2024
spot_img

Inilah Lawan terberat Anies Baswedan di Pilpres 2024

Oleh: Tarmidzi Yusuf, Pegiat Dakwah dan Sosial

KNews.id- Sebagai orang yang banyak bersentuhan langsung dengan rakyat, aktivis dakwah dan berbagai tokoh. Dari diskusi dalam berbagai kesempatan dapat disimpulkan bahwa lawan terberat Anies Baswedan bukan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Bukan pula Ridwan Kamil dan Erick Thohir. Apalagi Airlangga Hartarto. Lalu siapa lawan terberat Anies Baswedan? Kecurangan. Ya betul kecurangan merupakan lawan terberat Anies Baswedan di Pilpres 2024.

- Advertisement -

Tidak sedikit bahkan mayoritas rakyat yang waras meragukan Pilpres tahun 2024 berlangsung secara langsung, umum, bebas dan rahasia alias luber plus jurdil, jujur dan adil. Pilpres penuh rekayasa dan tipu daya. Selama rezim oligarki berkuasa, hanya orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang percaya Pileg dan Pilpres berlangsung secara luber dan jurdil.

Tengoklah rekam jejak 2 Pilpres terakhir. Pilpres tahun 2014 dan 2019. Yang kalah bisa menang. Yang menang bisa kalah. Kata siapa? Bongkar kecurangan Pileg dan Pilpres 2014 dan 2019. Itu jawaban pastinya. Siapa yang berani membongkarnya? Nyawa taruhannya.

- Advertisement -

Banyak rumor yang menyebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik meninggal dunia secara misterius setelah berniat membongkar kecurangan Pilpres 2014. Pilpres 2019 lebih gila lagi. Ketua KPU Arief Budiman mengungkap jumlah petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 sebanyak 894 orang dan 5.175 petugas mengalami sakit.(Kompas.com, 22/1/20).

Sampai hari ini belum ada investigasi yang menyelidiki penyebab kematian Husni Kamil Manik dan 894 petugas Pemilu pada Pileg/Pilpres 2014 dan 2019. Rumor banyak berseliweran. Ada yang bilang meninggal karena diracun. Ada pula yang bilang kematian tidak wajar. Tidak sedikit yang bilang karena kelelahan. Yang jelas, Husni Kamil Manik dan 894 petugas KPPS telah menjadi ‘tumbal’ Pilpres dan Pileg yang diindikasikan curang secara terstruktur, sistematis, masif, brutal dan sadis.

- Advertisement -

Berapa banyak lagi petugas KPPS yang bakal meninggal saat Pemilu 2024 digelar secara serentak. Dimana Pilpres, Pileg dan Pilkada diselenggarakan serentak di tahun yang sama, 2024. Bisa ribuan petugas KPPS meninggal dunia secara misterius. Nyawa manusia menjadi tidak berharga demi kepentingan oligarki politik dan skenario global kapitalisme neo komunisme.

Benih-benih Pilpres 2024 bakal berlangsung lebih brutal dan curang mulai ditabur. Kita mencium aroma tak sedap dibalik seleksi Komisioner KPU dan Bawaslu periode 2022-2027. Dari nama-nama calon komisioner yang beredar, kuat dugaan ada nama titipan oligarki politik dan skenario kecurangan Pileg dan Pilpres 2024. Memenangan partai politik kekiri-kirian dan calon presiden boneka yang didukung oligarki dan rezim pro kapitalisme neo komunisme.

Sebagaimana kita ketahui, Juri Ardiantoro ditunjuk sebagai Ketua panitia tim seleksi KPU dan Bawaslu. Juri Ardiantoro adalah Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Informasi dan Komunikasi Politik. Sebelumnya, Juri Ardiantoro menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum sejak 2016 menggantikan Husni Kamil Manik yang meninggal dunia pada 2016.

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah terkondisikan melalui amandemen UU No 7/2020 tentang Mahkamah Konstitusi. Masa jabatan Hakim MK selama 15 tahun dengan batas pensiun umur 70 tahun. Dengan berlakunya UU No 7 tahun 2020, maka dipastikan 8 Hakim Pilpres 2024 yang akan datang diadili oleh hakim MK saat ini. Selain itu, ada juga hakim konstitusi saat ini yang bisa menjabat hingga tahun 2034.

Penyelenggara dan pengadil hasil sengketa Pemilu telah dikondisikan sedemikian rupa untuk menghasilkan presiden boneka sesuai skenario oligarki dan rezim saat ini.

Bagaimana dengan rakyat? Pasrah atau marah? Menerima skenario Pemilu ala oligarki yang telah dipasang ranjau-ranjau kecurangan untuk menjegal Anies Rasyid Baswedan dan memenangkan calon presiden boneka sesuai keinginan oligarki dan rezim saat ini.

Presiden boneka jilid dua melalui sandiwara Pileg dan Pilpres 2024 menurut persepsi rakyat yang skeptis dengan pemilu luber dan jurdil. Penggiringan opini rakyat akan sosok tertentu yang dipersiapkan oleh oligarki untuk menjadi presiden. Hari ini dapat terbaca dengan jelas.

Orang-orang yang punya kendaraan partai, elektabilitasnya jeblok versi Pekerja Survei Komersial (PSK). Berkutat di angka satu koma. Sementara sosok yang dipersiapkan oligarki, sosok tanpa prestasi tapi penuh tebar pesona palsu, elektabilitasnya meroket.

Aneh bin ajaib dengan sosok yang selama 4 (empat) tahun terakhir telah menunaikan janji-janji politik dengan segudang prestasi justru elektabilitasnya dibawah sosok yang dipropagandakan oleh PSK dan media pro oligarki dan kapitalisme neo komunisme.

Mungkinkah rakyat mulai berpikiran lain. Marah karena tidak percaya Pemilu bakal berlangsung secara LUBER JURDIL? Sehingga mengambil caranya sendiri. Menyelamatkan NKRI, Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 tanggal 18 Agustus 1945. Wallahua’lam (AHM)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini