spot_img
Rabu, April 17, 2024
spot_img

Ijasah Palsu Dirty Vote dan KPU Curang Pengantar dan Penutup Bakal Kejatuhan Jokowi dari Kursi Presiden RI.

 

Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212.

- Advertisement -

( Magic Jokowi Sebentar Lagi Luntur )

KNews.id – TPUA/ Tim Pembela Ulama & Aktivis Para Advokat Kuasa hukum Gus Nur dan Bambang Tri Mulyono/ BTM. Semakin menemukan dasar keyakinan di Pengadilan Negeri/ PN. Surakarta, bahwasanya Jokowi tidak memiliki ijasah asli dari Fakultas Kehutanan UGM Jogjakarta. Oleh sebab sejak Penyidikan, hingga JPU.

- Advertisement -

Mengajukan penuntutan, termasuk pada agenda acara bukti keterangan dan kesaksian dari para saksi ( A Charge dan A de Charge ) yang berjumlah 30 orang,  plus Keterangan Para Ahli, sampai dengan dibacakannya vonis putusan dari Majelis Hakim, termasuk dari Joko Widodo sendiri selaku ” korban kebohongan BTM “, Tim Advokasi TPUA.

Tidak menemukan bukti – bukti keberadaan ijasah asli Jokowi sebagai Alumnus Fak. Kehutanan UGM, serta Jokowi yang nota bene secara hukum sebagai ” korban ” sekalipun tak pernah hadir dimasa persidangan berlangsung. Dan Jokowi terhadap dugaan kuat, tentang keberadaan Ijasah Palsu yang Ia gunakan, tidak segera dan serta merta menyadari lalu menunjukan ijasah S.1 miliknya yang Asli kepada publik secara general maupun khusus melalui mekanisme kebijakan politik dan hukum, yang Jokowi selaku presiden miliki.

- Advertisement -

Dikarenakan oleh sebab hukum, ada terdapat kewajiban pejabat publik dalam hubungan hukumnya dengan publik,  yang berkeharusan tunduk mengacu kepada Asas – Asas Keterbukaan Informasi Publik berdasarkan sistim hukum yang diatur oleh UU. RI Nomor 14 Tahun 2008.

Namun lucu, vonis PN. Surakarta, memaksakan hukuman penjara kepada BTM dan Gus Nur, atas dasar penyampaian Perkataan Bohong ( KUHP. ), dengan vonis 6 Tahun penjara, lalu oleh Judeks fakti Pengadilan Tingkat Pertama Semarang/ PT. Semarang Vonis PN. Surakarta dirubah, lalu Vonis PT. Semarang dikuatkan atas dasar vonis Judeks Juris, Tingkat Terakhir, Mahkamah Agung RI. Kemudian vonis inkracht, BTM dan Gus Nur menjadi terpidana oleh sebab Pelanggaran UU.ITE melalui pasal ” Ujar Kebencian ” dengan masa hukuman penjara selam 4 tahun penjara.

Akhirnya BTM sang jurnalis, karena keyakinan dirinya atas hasil penelusuran baik melalui metode investigasi dan interview serta bahan berita dan pustaka ( Jo. UU. RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ), kembali Prof Eggi Sudjana ( Ketua Umum TPUA ) dan Kawan – Kawan Anggota TPUA dengan Koordinator Damai Hari Lubis, mengajukan gugatan perdata untuk kedua kalinya terhadap Presiden Jokowi selaku pihak Tergugat 1, Tentang Onrechtmatige Overheidsdaad, atau Perbuatan Melawan Hukum Oleh Penguasa ( Pasal 1365 BW ).

Dan BTM. Dalam mengajukan gugatan tuk kali kedua ini, ditemani beberapa Penggugat Para Aktivis Kemanusiaan yang Konsen Sebagai Pemerhati Kebijakan Penguasa Terhadap Masyarakat ( Muslim Arbi, M.Hatta Taliwang, Taufik Bahaudin serta Rizal Fadillah ). Dan para Tergugatnya selain Presiden Jokowi atau Joko Widodo selaku Presiden RI. juga 9 orang lainnya selaku pejabat penyelenggara negara dan beberapa pejabat publik ( Ketua DPR RI, Ketua MPR RI, KPU. RI. Bawaslu RI. Ketua PN. Surakarta, Mensesneg, Mendikbud, dan Turut Tergugat Menteri Keuangan RI ).

Selanjutnya, tidak kalah buruk terkait citra dampak dugaan kuat atas temuan publik selaku Jokowi pengguna Ijasah Palsu sejak dirinya menjadi Walikota Surakarta, Gubernur DKI hingga menjadi Presiden 2 periode, pemerintahan dibawah Jokowi dalam praktiknya, menurut para pakar hukum ( akademisi dan praktisi ), telah banyak melakukan pelanggaran Hukum dan Pelanggaran HAM.

Praktiknya ditandai melalui bentuk kriminalisasi serta memenjarakan beberapa Para Ulama dan Para Aktivis, sampai dengan Pembiaran serta Ketidakpastian Proses Hukum terhadap Korban Kematian Para Petugas KPPS sebanyak 894 orang pada Tahun Pemilu 2019 dan 6 korban saat setelah demo protes di Bawaslu pada 2019, serta terakhir, Korban Syahid 6 Orang Para Laskar FPI. Di Tol Km.50 pada akhir tahun 2020, hanya karena melakukan pengawalan terhadap Tokoh Ulama Besar, Imam Besar Ummat Muslim Negeri ini.

Leadership, atau gaya kepemimpinan presiden Jokowi nampak semakin bertambah buruk, karena dalam melaksanakan  sistim pemerintahannya, Jokowi telah bertindak anomali dalam penggunaan hak prerogatifnya, terbukti beberapa individu terlapor koruptor, namun malah ” para terpapar korupsi ” dilantik menjadi menteri – menteri didalam kabinet Indonesia Maju.

Kekinian, historis Jokowi selaku pribadi maupun sebagai Presiden RI. disaat hampir habis masa jabatannya 2023 – 2024 nampak bertambah gejala – gejala over libido ( syahwat tinggi ) akibat lupa diri, lupa adab dan nir moralitas. Selain banyak ditemui fenomena pelanggaran terhadap sistim konstitusi Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih Bebas dari KKN ( Vide UU. RI. nomor 28 Tahun 1999, Jo. TAP. MPR. RI. No. 6 Tentang Etika Kehidupan Berbangsa, including melanggar asas – asas penyelenggaraan/ pemerintahan negara yang baik ( Good Governance ).n

Dan, melalui fakta dengan berbagai data empirik, Jokowi transparansi dalam mempraktikan cawe – cawe demi mengusung anak biologisnya Gibran Rakabumi Raka/ GRR dengan pola nepotisme terhadap lembaga yudikatif, melalui adik Iparnya Anwar Usman selaku Ketua Mahkamah Konstitusi MK. Kemudian GRR, yang belum mencukupi persyaratan batas usia 40 tahun sebagai bakal cawapres, tetap Ia paksakan melalui rekayasa putusan MK ( Anwar Usman ) untuk Ia pasangkan sebagai Cawapres dari Capres Prabowo Subianto/ PS. pada Kontestan Pemilu Pilpres 2024 dengan nomor urut 02.

Walau rekayasa politik kekuasan yang Jokowi praktikan, telah melahirkan dua catatan Peristiwa Besar yang cacat hukum dari sisi kode etik. Yakni putusan MKMK dengan hukuman pemberhentian Anwar Usman sebagai Ketua MK. juga sebagai Hakim MK. Lalu Hasyim Ashari, Ketua KPU. RI dihukum oleh DKPP. Karena pencalonan Gibran RR. yang melanggar KPU.

Selanjutnya, seperti tanpa bersalah, temuan dugaan pelanggaran ( kejahatan ) yang TSM antara Jokowi dan KPU. Serta BAWASLU RI. terus berlanjut, selain  melakukan kebohongan puluhan kali, juga terus pembiaran atas dugaan kuat atas keberlangsungan Pemilu Curang yang dilakukan oleh KPU. RI yang seharusnya KPU. selaku penyelenggara Pemilu Pilpres – Pilkada 2024 justru diamanati oleh UU.RI. Nomor 7 Tahun 2017 untuk berlaku Jujur dan Adil.

Oleh karenanya, ditandai sejak Jokowi menjadi Presiden pada periode pertama hingga akhir periode keduanya, mulai ramai teriakan Para Tokoh untuk minta Jokowi mundur dari Kursi RI. 1 dan tidak kalah banyak suara – suara dalam bentuk himbauan agar rakyat bangsa ini melengserkan dirinya dari kursi Presiden, oleh sebab daftar hukum pelanggaran yang Ia buat, diantaranya diawali dengan adanya dugaan kuat ijasah palsu, praktik kriminalisasi, termasuk melakukan obstruksi hukum dalam bentuk pengangkatan para individu, para ketua umum partai, yang sedang dalam proses hukum atas tuduhan ” terpapar korupsi “, serta banyaknya pembiaran keberlakuan hukum terhadap para pelaku delik, termasuk saat ini yang sedang berlangsung praktik penghitungan suara curang yang dilakukan oleh KPU.

namun Jokowi bergeming, tak perduli, sehingga hukum menjadi overlapping ( tumpang tindih ), dan banyak pejabat publik yang akhirnya terkontaminasi akibat pola tingkah laku ( leadership ) Jokowi yang hobi berbohong serta berlaku suka – suka atau inkonstitusional.

Sehingga saat ini, atas kesemua peristiwa hukum yang telah dan sedang terjadi karena gaya leadership yang anomali ( abnormal ) implikasinya melahirkan wujud representatif berupa suara keras dan pedas datang dari para tokoh bangsa, baik nasional maupun para tokoh masyarakat, para tokoh ulama, para tokoh aktivis serta tokoh akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu, adapun narasi dari para tokoh adalah berupa usulan atau nasehati agar Jokowi berlaku adil dan bijaksana, serta patuhi rambu – rambu, atau Jokowi yang gagal memimpin di semua bidang dan mengelola harta kekayaan negara ini ( Ekopolhum & adab/ moralitas dan budaya )!maka hendaknya ” Jokowi tahu diri ” dengan mengajukan pengunduran dirinya dari Kursi RI. 1.

Alhasil, khususnya sejak 2023 pra dan pasca Pemilu 14 Februari  2024 sampai masa penghitungan perolehan suara kontestan pilpres saat ini, semakin banyak sound up keras yang dibangun lalu  dilontarkan para tokoh bangsa dari berbagai keterwakilan kalangan dimaksud, diantaranya tokoh bangsa dari kalangan purnawirawan perwira tinggi dari TNI & Polri justru bersuara lebih radikal, dengan alasan, ” Jokowi sulit dinasehati berulangkali untuk mundur karena ketidakmampuan serta kesalahan dirinya memimpin bangsa di semua lini ( sektor pemerintahan ) maka, Jokowi digulingkan saja”.

Representatif, dalam wujud protes dan kritikl keras daril para tokoh, selebihnya terdapatl usulan dari para tokoh penting lainnya yang narasi usulannya identik dengan usulan dari Capres Ganjar Pranowo, nomor urut 03, agar para anggota legislatif dari  partai pengusungnya PDIP. dan PPP. Segera melakukan hak angket, lalu gayung pun bersambut dari para tokoh koalisi partai pengusung 01 serta banyak para pakar hukum yang mengamini bentuk solusi politik hukum yang akan diambil para politisi, diantaranya telah dimulai pertemuan politik babak pertama Tokoh Politik/ Tokoh Bangsa, antars Surya Paloh dan Megawati.

Dan bisa jadi pola super dalam bentuk hak angket ini dipersingkat waktunya, oleh sebab wujud pelanggaran yang sering ditampilkan oleh Jokowi realistis dan amat banyak, sehingga mudah ditemukan oleh Para Wakil Rakyat di Senayan, sehingga akan lebih ekspres ( efektifit dan efisiensi ), terlebih diyakini hak angket akan mendapatkan support dan pressure moral, dalam bentuk gerakan massa yang bisa jadi  puluhan juta rakyatl Indonesia, yang bakal turun rame – rame di setiap Ibukota Kabupaten/ Kota dan  propinsi, bahkan dapat saja terjadi penggulingan Jokowi, berikut ‘ penggulungan ‘ terhadap para kroninya.

Maka, karena adanya faktor percepatan waktu daripada kalangan legislatif di Senayan, ” prediksi pengamat, jika terjadi sidang angket dilaksanakan, waktu paling lama 2 ( dua ) bulan Jokowi akan jatuh luluh lantak dari kursi singgasana kekuasaannya.

Untuk sementara, sebelum dimulai dan sepanjang proses perjalanan sidang angket, hendaknya DPR. RI berinisiatif mengusulkan pertimbangan hukum, ” agar pihak aparatur negara yang berwenang ( Petinggi Polri dan atau Kejari) untuk segera merumahkan Jokowi”.

Dan tidak lupa para tokoh dan pakar lintas ilmu pengetahuan serta rohaniawan (  proporsional ), bersiap siap melakukan konsolidasi nasional, dan bermufakat dengan pola musyawarah Demi Semata – Mata Keselamatan Bangsa dan Negara Tercinta NKRI.

Berdasarkan ketidak kemampuan Jokowi, sesuai teori tujuan negara yang terdapat di Pembukaan UUD. 1945. sebagai landasan Konstitusi Negara RI. yaitu mewujudkan rakyat yang adil dan sejahtera,  karena kebalikannya, kepemimpinan Jokowi mengalami kemunduran di semua sektor ( bidang ekopolhum dan ham) dibanding kepemimpinan nasional daripada sebelum – sebelumnya, termasuk kemerosotan faktor moralitas ( kejujuran ), karena seluruh pimpinan pejabat publik telah terkontaminasi oleh moral hazard yang dipertontonkan Jokowi.

Sehingga tepat jika Jokowi mundur, hal yang nice, sebagai penutup karir sebagai kepala negara, karena tidak menambah kerusakan atau beban hukum terhadap masyarakat bangsa akibat apa yang pernah dirinya lakukan, pada banyak sisi kehidupan bangsa dan negara ini, namun jika Jokowi dimundurkan melalui hak angket, maka kans besar melahirkan gelombang massa, dan highrisk oleh sebab amarah publik tak terkendali dikarenakan historis perilaku Jokowi yang very bad attitude oleh karenanya Jokowi segera siuman lalu mengigat pribahasa ” siapa menabur angin akan menuai badai”.

Terlebih dengan segala gejala fenomena suara keras dari gerakan moral diikuti dinamisasi sosial dan gerakan politik akibat segala perilakunya selama berkuasa, kemungkinan besar ” magic/ tipu dayanya, tidak lama lagi kan luntur “.

Maka, mundur langkah solusi yang terbaik dari Jokowi,  segerakan ! Kapan lagi ? Jokowi enough, enough Jokowi !

(Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini