spot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_img

Driver Ojol Akan Kena Imbasnya, Bila Mesti Ikut Bayar Iuran Tapera

KNews.id – Jakarta – Pekerja informal macam pengemudi ojek online (ojol), kurir, hingga freelancer kemungkinan bakal ikut membayar iuran dalam program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Profesi ini akan membayar iuran 3% dari total penghasilannya sebagai peserta Tapera.

Komisioner Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengatakan pekerja informal yang tidak menerima upah langsung dari perusahaan bakal diwajibkan juga untuk menjadi peserta Tapera.

- Advertisement -

Dia menyatakan salah satu substansi PP 21 tahun 2024 soal Tapera yang baru saja dirilis pemerintah adalah memperluas cakupan peserta Tapera ke pekerja mandiri. Pekerja mandiri adalah pekerja yang tidak menerima upah bulanan dari pemberi kerja.

Namun, tak semua pekerja mandiri akan masuk dalam kategori peserta Tapera. Heru bilang hanya pekerja mandiri yang penghasilannya di atas upah minimum regional (UMR) saja yang diwajibkan jadi peserta BP Tapera. Iuran dibayarkan secara mandiri 3% dari total penghasilan.

- Advertisement -

Bagi yang penghasilannya di bawah UMR tidak wajib jadi peserta Tapera. Namun, pihaknya membuka pintu lebar-lebar bila ada pihak yang sukarela untuk menjadi peserta Tapera.

“Tentunya ada kriterianya, dia berpenghasilan di atas penghasilan atau upah minimum. Ya penghasilannya yang di bawah itu ya nggak wajib Tapi kalau mau sukarela mau daftar, ya kita terima,” ungkap Heru dalam konferensi pers di Kantor KSP.

- Advertisement -

Yang jelas dengan menjadi peserta Tapera, maka seorang pekerja harus membayar iuran 3% dari total penghasilannya. Iuran akan dijadikan tabungan perumahan dan bisa diambil setelah pensiun berikut dengan penumpukan imbal hasilnya.

Dengan menjadi peserta Tapera pekerja juga berhak atas beberapa manfaat perumahan. Misalnya, kredit kepemilikan rumah baru dengan bunga yang rendah dan angsuran terjangkau, kemudian kredit pembangunan rumah, ataupun kredit renovasi rumah.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indah Anggoro Putri tak mau menjawab tegas ketika ditanya apakah pengemudi ojol cs wajib jadi peserta Tapera.

Pihaknya sendiri saat ini masih fokus untuk membuat aturan tersendiri yang mengatur kesejahteraan para pekerja informal macam pengemudi ojol dan lainnya. Hanya saja dia mengatakan pihaknya akan mempelajari apakah kewajiban peserta Tapera dengan iurannya akan cocok diterapkan kepada pekerja macam pengemudi ojol Cs.

“Kami masih public hearing, nanti pada saatnya akan kita pertemukan atau kita harmonikan antara Permenaker Perlindungan bagi pekerja ojol dan platform digital workers dengan penting atau urgent nggak mereka ini masuk dalam skema Tapera,” beber Indah dalam kesempatan yang sama.

Driver Ojol Cs Tolak Tapera

Para driver transportasi online pun menolak kebijakan ini. Mereka mengaku pusing bila penghasilannya harus kembali tergerus dengan program Tapera ini.

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati menyatakan iuran ini hanya akan mengurangi penghasilan para angkutan transportasi online, yang sebenarnya penghasilannya juga sudah minim. Pasalnya, saat ini dengan hubungan kemitraan saja, para driver harus rela penghasilannya dipotong biaya aplikasi.

“Potongan tersebut sama saja dengan mengurangi penghasilan yang saat ini semakin menurun. Dengan hubungan kemitraan, aplikator telah semena-mena melakukan potongan di kisaran 30%-70%. Itupun sudah melanggar batas aturan maksimal potongan 20% yang diatur pemerintah,” beber Lily.

Lily pun meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan lebih berpihak kepada pengemudi online agar penghasilannya bertambah, bukan justru sebaliknya malah makin mengurangi pendapatan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha ‘Ariel’ Syafaril menyoroti ketidakjelasan nasib kemitraan di Indonesia. Pasalnya ketika hari raya Lebaran para pengemudi angkutan online meminta adanya THR namun tidak diwajibkan karena statusnya cuma mitra.

Namun kini giliran ada iuran Tapera yang jelas-jelas diperuntukkan untuk pekerja berstatus karyawan yang memiliki penghasilan tetap, driver ojol cs yang statusnya mitra ingin ikut dilibatkan.

“Giliran THR kita nggak bisa dapat karena disebut bukan pekerja (pegawai), sekarang potongan Tapera kita malah mau ikut dipotong karena termasuk pekerja. Pusing kan ya,” kata Ariel ketika dihubungi detikcom.

Di sisi lain, bila melihat konsep potongan untuk iuran Tapera, Ariel sendiri menilai tidak masuk akal. Pasalnya angkutan online penghasilannya per pesanan, itu pun sudah dipotong biaya aplikasi, tak mungkin lagi harus dipotong buat iuran Tapera.

“Bagaimana pemerintah mau potong penghasilan ojol dan taksol? Kan kita dapatnya per order atau per hari, segitu aplikasi aja udah memotong penghasilan kita sekitar 30%,” ungkap Ariel.

Belum lagi kalau bicara biaya operasional yang makin bertambah. Sebagai mitra, driver harus membiayai operasionalnya sendiri. “Biaya operasional aja udah berat apalagi akan ada potongan tambahan,” kata Ariel.

(Zs/Dtk)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini