spot_img
Sabtu, Maret 2, 2024
spot_img

DPR Singgung Dugaan Kebocoran Data Pemilih Milik KPU

KNews.id – Komisi I DPR mengkonfirmasi mengenai bocornya data pemilih pemilu 2024 milik KPU RI saat menggelar rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. Rapat yang digelar hari ini untuk membahas peran Kemkominfo dalam melakukan Diseminasi Informasi dan Dukungan Infratruktur TIK untuk Pemilu 2024.

“Nah kebetulan ya mendadak ini ada info terjadi kebocoran data, jadi pasti itu akan kami tanyakan dan mungkin juga Kominfo sudah menyiapkan bahannya tentang data apa saja yang bocor,” kata anggota Komisi I DPR RI Dave Laaksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

- Advertisement -

Selain itu, ditekankan Dave, perlu juga dimintai penjelasan mengenai potensi yang akan terjadi pencurian data dugaan kebocoran data pemilih pada pemilu 2024 milik KPU RI.  “Tapi apakah itu data yang lama atau apakah ini pembobolan atau seperti apa. Nah kami musti dalami dulu sebelum kita menyikapinya dan juga mempertanyakan bagaimana tahapan-tahapan pemerintah khususnya Kominfo dalam menanggulangi hal tersebut,” kata Ketua DPP Partai Golkar itu.

Meski begitu Dave menyatakan belum bisa menyikapi lebih jauh sampai dengan penjelasan lebih detail dari Kemenkoinfo.  “Karena kalau ditanya soal kemampuan KPU sendiri itu kan bisa tanya Komisi II. Mungkin mereka yang bisa lebih bisa menjelaskan komisi II ataupun kepada perwakilan partai,” kata Dave.

- Advertisement -

Kebocoran data yang dialami KPU diduga terjadi pada Data Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 204 jutaan via akun admin.  Penelusuran pun sudah dilakukan KPU bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Diketahui sebelumnya, akun Jimbo di situs peretasan BreachForums mengunggah dugaan kebocoran data yang didapat dari situs KPU pada Senin 27 November 2023. (Zs/Viv)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini