spot_img
Minggu, Februari 25, 2024
spot_img

Direktur Pascasarjana: Kritik Guru Besar ke Jokowi Tak Mewakili Unair

KNews.id – Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Prof Badri Munir Sukoco menyayangkan pembacaan Manifesto Unair yang dilakukan oleh guru besar, dosen, alumni, dan mahasiswa, di lingkungan gedung mereka.

Manifesto yang dibacakan oleh Guru Besar Unair Prof Hotman Siahaan bersama sivitas akademika Unair lainnya itu menyoroti soal pelemahan demokrasi sepanjang era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

- Advertisement -

“Kami ingin menyampaikan terkait aktivitas siang hari ini. Yang pertama kami klarifikasi acara hari ini bukan atas inisiasi dan diselenggarakan oleh Unair dan Sekolah Pascasarjana Unair,” kata Badri.

Badri mengatakan pihaknya juga menyesalkan penggunaan gedung Sekolah Pascasarjana untuk aktivitas publik itu tanpa izin. Menurutnya, manifesto yang dibacakan 120-an guru besar, dosen, alumni dan mahasiswa, tadi juga tidak mewakili sikap civitas academica Unair maupun Pascasarjana Unair.

- Advertisement -

“Ketiga, perlu kami pastikan, yang disampaikan tadi tidak mewakili Civitas Academica Unair maupun Civitas Academica Pascasarjana Unair. Terakhir kami percaya pemilu 2024 akan terselenggara secara luber jurdil,” ujarnya.

Di tempat yang sama, seorang Akademisi Unair Prof Imam Mustofa menyampaikan beberapa poin sikap mereka terkait Pilpres dan Pemilu 2024.

Pertama mereka mendorong terselenggaranya pemilu yang partisipatif, menyerukan jangan golput, dan jaga kondusivitas bebas dari provokasi dan tekanan.

“Kedua, kami menjunjung tinggi netralitas dan integritas institusi sembari menghormati kebebasan akademik dalam berfikir beropini dan menentukan pilihan. Dan kami akademisi, tenaga dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa atau alumni siap mewujudkan demokrasi yang berkualitas, bermartabat tanpa provokasi, tanpa tekanan, tanpa kecurangan, tanpa politik uang,” kata Mustofa.

“Terakhir tentu saja semua ini dalam rangka kita semua ingin tetap menjaga keutuhan persatuan NKRI. Jangan sampai kontestasi ini memecah belah kita. Harus satu kesatuan sebagai warga bangsa negara NKRI,” tambahnya.
(Zs/CNN)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini