Home Headline Diduga, Erick Thohir dan Keluarga Terseret Uang Rekayasa
Headline - Keuangan - Opini - Perbankan - Juni 27, 2020

Diduga, Erick Thohir dan Keluarga Terseret Uang Rekayasa

Boy Thohir (kiri) dan Erick Thohir (kanan) dengan latarbelakang Proyek Banggai Ammonia Plant di Sulawesi Tengah. 

Oleh : Haidar Alwi Institute

KNews.id- Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) harus mengusut tuntas dugaan mega skandal proyek Banggai Ammonia Plant di Sulawesi Tengah yang disebut-sebut melibatkan Menteri BUMN, Erick Thohir dan kakak kandungnya, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir.

Bukti-bukti penting yang disodorkan oleh PT Rekayasa Industri melalui laporan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri, seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh aparat kepolisian untuk melakukan penelusuran.

Selain itu, penegak hukum juga dapat berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang saat ini sedang melakukan perhitungan terhadap anggaran subsidi Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), induk dari PT Rekayasa Industri.

Hal ini dilakukan lantaran pinjaman yang diberikan oleh PIHC kepada PT Rekayasa Industri menjadi bagian uang subsidi dari negara. Jika ditemukan indikasi “fraud” atau kerugian negara, maka tidak tertutup kemungkinan BPK akan melakukan audit menyeluruh.

Sempat dikaitkan dengan mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara Rp 13,7 Triliun, nama Menteri BUMN Erick Thohir kembali disebut-sebut dalam kasus yang melibatkan sejumlah perusahaan pelat merah.

Adalah politikus PDIP Arteria Dahlan yang membongkar dugaan keterlibatan Erick Thohir dan kakak kandungnya Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, saat Rapat Kerja antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri tentang Rencana Kerja Tahun 2020.

Arteria Dahlan meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz dan jajarannya untuk memeriksa sengketa bisnis antara PT Rekayasa Industri dan PT Panca Amara Utama serta Direksi Bank Mandiri. Ia menduga terdapat potensi kerugian negara yang begitu besar terkait pembangunan Banggai Ammonia Plant di Sulawesi Tengah.

Baca Juga   Ahli UI: Wahai Jokowi, Jangan Berharap Pandemi Corona di Indonesia Selesai Tahun Depan

Banggai Ammonia Plant merupakan proyek pabrik Amonia PT Panca Amara Utama (anak usaha PT Surya Esa Perkasa) yang pemancangan tiang perdananya (groundbreaking) dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 2 Agustus 2015 silam.

Dalam pembangunan proyek Banggai Ammonia Plant, PT Panca Amara Utama menggandeng PT Rekayasa Industri, salah satu BUMN konstruksi ternama, sebagai kontraktor utamanya dengan nilai investasi mencapai USD 507 Juta dengan rencana penyelesaian selama 28 bulan. Namun di kemudian hari terjadi sengketa bisnis di antara pihak terkait.

PT Rekayasa Industri yang merupakan salah satu BUMN berpotensi kehilangan uang sebesar Rp 5 Trilliun akibat bersengketa dengan PT Panca Amara Utama (anak perusahaan PT Surya Esa Perkasa) yang mana Direktur Utamanya dijabat oleh kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir, yakni Garibaldi Thohir alias Boy Thohir.

Boy Thohir mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Surya Esa Perkasa pada tanggal 20 Januari 2020. Selanjutnya, ia menduduki posisi Presiden Komisaris di perusahaan yang sama. Bersambung…(Fahad Hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Ahmad Yani Positif Covid-19

KNews.id- Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamtkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani su…