spot_img
Minggu, Juni 23, 2024
spot_img

Di PT Freeport, Pria Ini Bongkar Kekurangan Perusahaan Setelah Pilih Resign

KNews.id –  PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pertambangan. Bekerja di PT Freeport Indonesia ini pun sering menjadi salah satu keinginan kebanyakan masyarakat Indonesia karena pendapatan atau gaji yang diberikan tergolong fantastis.

Namun ternyata tidak semua karyawan dari perusahaan tambang di Indonesia ini merasa nyaman untuk bekerja dalam waktu yang lama. Ikbal mengatakan bahwa salah satu teman kerjanya memutuskan resign padahal mendapat gaji Rp40 juta per bulan.

- Advertisement -

“Teman saya FGP yang dimana gajinya dia Rp40 juta katanya, dan kalian tahu sekarang apa? Dia besok mau resign,” ucap Ikbal.

Pria yang memutuskan untuk resign sebagai karyawan PT Freeport Indonesia itu bernama Abram Bonar Sianipar. Ia mengatakan dirinya sudah bekerja selama 4 tahun 5 bulan.

- Advertisement -

“4 tahun 5 bulan kita bareng,” ucap Abram saat menyebutkan lama dirinya bekerja sebagai karyawan PT Freeport.

Saat pertama kali bekerja di Freeport, Abram merasa sangat senang terlebih pekerjaan tersebut adalah idaman beberapa orang.

- Advertisement -

Meski dirinya sempat kaget dengan pekerjaan dan keterampilan yang harus dia lakukan sehari-hari, Abram merasa tertantang bekerja yang tidak sesuai dengan jurusannya, Teknik Sipil. Sayangnya, Abram menjelaskan bahwa dirinya merasa suntuk dan bosan bekerja di PT Freeport dalam waktu yang lama.

Di situlah membuat gue sendiri suntuk, bosan, apalagi di umur kita yang masih muda, kayaknya gue pengen nambah skill nih pengen ngasah skill, dengan sistem kayak gitu agak susah,” ucap Abram.

“Jadi kita mau training, sertifikasi karena kita lebih remote area, jadi susah, jadi lebih enak kalau kita melakukan di Jakarta, kota besar, dimana training itu pasti ada,” sambungnya.

Abram menambahkan bahwa ada beberapa departemen yang mengizinkan atau memperbolehkan karyawannya meningkatkan kemampuan namun ada juga yang tidak.

“Mungkin ada beberapa departemen atau ada beberapa divisi mengizinkan tapi balik lagi ke departemennya apakah improvisasi itu sangat dimungkinkan bisa,” sambungnya.

(Zs/Hop)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini