spot_img
Minggu, Februari 25, 2024
spot_img

Cak Imin: Kalau Presiden Tak Netral, Bahaya bagi Pemilu

KNews.id – Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai, pemilihan umum akan berbahaya jika Presiden tidak netral. Hal ini disampaikan Cak Imin menanggapi pertemuan Presiden dengan beberapa Menteri pendukung calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

“Kalau terjadi ketidaknetralan di situ, tanda-tanda bahaya bagi pemilu kita,” kata Cak Imin saat ditemui usai menghadiri acara sholawat kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamid Cintamulya, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (8/1/2024) malam.

- Advertisement -

Jokowi Sebut Debat Capres Serang Personal, Anies: Kok Presiden Komentar Soal Debat Ya? Meskipun demikian, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak mempermasalahkan pertemuan antara presiden dan menteri-menterinya. Namun, yang jadi catatan adalah presiden harus bisa memastikan bahwa aparatur sipil negara (ASN) di bawah presiden termasuk kepala daerah bisa bersikap netral.

Termasuk, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Netralitas presiden bukan diukur dari pertemuan atau tidak, netralitas presiden itu diukur dari apakah aparat kepolisian netral, apakah KPU netral, apakah TNI netral, apakah ASN netral, apakah kepala daerah netral, di situlah diujinya kepemimpinan seorang presiden,“ tutur Cak Imin.

- Advertisement -

Andi Widjajanto: Contohnya Serangan Prabowo ke Anies Presiden Joko Widodo mengungkapkan isi pembicaraannya saat bertemu dengan tiga ketua umum partai politik yang dilakukan secara berturut-turut sejak Jumat (5/1/2024) hingga Minggu (7/1/2024).

Pertemuan dilakukan dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PAN yang juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Menurut Presiden, pertemuan dengan ketiganya membahas soal pemerintahan dan soal pemilihan presiden (pilpres). “Bahas pemerintahan ada, bahas pilpres juga ada,” ujar Jokowi di Gerbang Tol Limo Utama, Depok, Jawa Barat, pada Senin (8/1/2024).

Bisa Berdampak pada Keberpihakan Aparat Selain itu, menurut Presiden Jokowi, pertemuannya dengan Prabowo, Airlangga, dan Zulhas juga dilakukan dalam rangka makan malam, makan siang, dan sarapan. Sementara itu, saat ditanya lebih lanjut soal aktivitas makan bersama dengan netralitasnya dalam Pilpres 2024, Jokowi menyinggung soal waktu pertemuan yang dilakukan di hari libur ataupun malam hari.

“Ketemuannya kan malam hari, wong libur juga dan makan juga,” tegasnya Adapun agenda makan malam Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto dilakukan pada Jumat malam di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian pada Sabtu (6/1/2024) lagi, Presiden Jokowi melakukan makan pagi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Bogor, Jawa Barat. Kemudian pada Minggu siang kemarin, Kepala Negara dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan makan siang bersama di Media Restaurant, Bogor, Jawa Barat.

Prabowo Subianto merupakan capres yang saat ini maju bersama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2024. Sementara itu, Airlangga dan Zulhas merupakan ketua umum parpol pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran.
(Zs/Kmps)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini