spot_img
Rabu, April 17, 2024
spot_img

Bagi-bagi Bansos Beras 10 Kg Per Keluarga, Jokowi Sadar Bantuannya Tidak Cukup: Kira-kira Masih Punya Duit Bisa Ditambah

KNews.id –  Indonesia kini sedang dilanda permasalahan beras langka di ritel modern. Dikutip dari laman resmi RRI, beras langka ini terjadi di berbagai ritel modern di beberapa wilayah.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sampai memohon kepada Pemerintah untuk bisa segera menangani beras langka ini.

- Advertisement -

“Situasi ini membutuhkan koordinasi intensif dari pemerintah hingga ke pelaku usaha, serta kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada solusi yang relevan,” jelas Ketua Umum APRINDO, Roy N Mandey dikuitp kilat.com dari Antara, Jumat 16 Februari 2024.

Disebut-sebut, langkanya beras akhir-akhir ini terjadi akibat adanya beberapa faktor. Beberapa di antaranya adalah terkait masa panen yang baru akan terjadi pada bulan Maret 2024 dan belum masuknya beras impor SPHP jenis medium.

- Advertisement -

Kelangkaan beras ini juga menyebabkan harga beras melambung tinggi di pasaran. Pihak Aprindo sendiri menyebut momen beras langka ini sangat krusial karena sudah mendekati momen bulan suci Ramadhan di mana masyarakat berusaha mempersiapkan pasokan masing-masing.

Presiden Jokowi sendiri sudah angkat bicara mengenai kondisi beras langka ini. Presiden Jokowi sendiri menjelaskan kalau pasokan beras berkurang karena hasil panen yang belum masuk ke pasar serta banjir Grobogan yang terjadi beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

Sempat beredar isu terkait bantuan sosial dari pemerintah yang diduga menjadi pemicu kenaikan harga beras. Jokowi langsung membantah hal tersebut dan menyebut kalau bansos beras yang dikeluarkan pemerintah justru menjadi alat untuk membantu pengendalian harga beras.

“Tidak ada hubungannya sama sekali (kenaikan harga beras) dengan bantuan beras. Karena justru ini (bansos pangan) yang bisa mengendalikan, karena suplai-nya lewat bansos ke masyarakat,” kata Jokowi.

Diketahui pemerintah akan memberikan bantuan sosial beras ke keluarga-keluarga sebanyak 10 kg tiap bulan. Jokowi percaya diri menilai kalau bantuan beras yang pemerintah berikan tidak ada di negara lain.

“Kalau di negara lain kan nggak ada bantuan pangan beras seperti yang kita miliki. Kita hitung-hitung, APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita (bisa),” tutur Jokowi.

Dikatakannya, pemerintah akan memberikan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk tiap keluarga dalam waktu satu bulan sekali. Jokowi sendiri menyadari kalau bantuan tersebut pastinya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan tiap keluarga.

“Ya kalau ditanya cukup nggak, pasti nggak cukup. Saya sudah tahu jawabannya seperti itu. Tapi tetap kan ini membantu kan,” ujar dia.

Namun, pihaknya masih berusaha untuk mengecek APBN apabila masih cukup, maka bantuan tersebut akan terus disalurkan bahkan setelah bulan Juni.

“Nanti kita lihat di APBN kalau pemerintah punya kemampuan akan dilanjutkan berikutnya. Tapi janji saya yang sampai Juni dulu. Nanti hitung-hitung APBN kira-kira, masih punya duit, bisa ditambah,” imbuh Jokowi. (Zs/Klt.com)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini