spot_img
Senin, April 15, 2024
spot_img

AS Pernah Sebut Intelijen Israel Mossad Dukung Demo Tolak Netanyahu

KNews.id – Amerika Serikat pernah menyebut badan intelijen Israel, Mossad, diam-diam mendukung demonstrasi warga menolak keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merombak sistem peradilan negara itu yang belakangan menuai kontroversi.
Hal itu terungkap dari dokumen kementerian pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon bocor. Dalam dokumen itu terdapat keterangan yang mengklaim memperoleh catatan intelijen Israel dari “awal hingga pertengahan Februari”.

(Mossad) Mengadvokasi para pejabatnya dan warga Israel untuk memprotes reformasi peradilan yang diusulkan pemerintahan baru Israel, termasuk beberapa seruan eksplisit untuk bertindak yang mengecam pemerintah Israel,” demikian bunyi dokumen Pentagon, seperti dikutip Middle East Eye, 9 April 2023.

- Advertisement -

Memo intelijen itu tidak menyebutkan siapa yang membuat perintah tersebut. Namun, dokumen itu mencatat bahwa catatan intelijen tersebut berasal dari sinyal intelijen, yang artinya AS memata-matai sekutu terdekatnya di wilayah tersebut.
Dokumen ini adalah bagian dari serangkaian kebocoran dokumen intelijen AS yang diunggah di sejumlah situs beberapa waktu lalu. Keaslian dokumen pada umumnya dianggap kredibel, meskipun informasi yang terkandung belum tentu faktual.
Kantor PM Israel sejauh ini membantah laporan tersebut. Israel menyebut dokumen itu “licik dan tak berdasar.”

“Mossad dan pejabat seniornya tidak, dan tidak akan, mendorong karyawannya untuk bergabung dengan demonstrasi menentang pemerintah, demonstrasi politik, maupun kegiatan politik apa pun,” bunyi pernyataan pemerintah Israel, seperti dikutip dari Al Jazeera.

- Advertisement -

Washington membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa setiap laporan “yang menopang atau mendukung protes ini… sepenuhnya dan terbukti salah.”
Sejak Januari, Israel dilanda protes besar-besaran usai pemerintah berencana mereformasi sistem peradilan yang dinilai mengerdilkan peran Mahkamah Agung dan memperkuat hegemoni pemerintah.
(Zs/CNN)

 

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini