spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Arti Ya Jabbar Ya Qahhar, Keutamaan, dan Tata Cara Mengamalkannya

KNews.id – Ya Jabbar Ya Qahhar artinya wahai Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Menaklukkan.
Keduanya merupakan bagian dari 99 Asmaul Husna (nama-nama baik dan indah Allah SWT), yang juga sering dijadikan sebagai bacaan dzikir umat Islam.

Makna Ya Jabbar & Ya Qahhar
Dikutip dari ebook KH. Hasyim Asy’ari – Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri oleh Ahmad Baso, dkk., terbitan Museum Kebangkitan Nasional, arti Ya Jabbar dan Ya Qahhar sejatinya sama.

- Advertisement -

Ya Jabbar (الْجَبَّارُ)

Al Jabbar atau Ya Jabbar artinya Maha Perkasa/Gagah. Di mana, kehendak-Nya akan pasti terjadi dan tidak bisa dihalangi oleh siapa pun.

- Advertisement -

Asma Ya Jabbar memiliki makna keagungan sifat yang tidak bisa dijangkau oleh siapa pun. Allah Maha Tinggi, sehingga semua yang rendah harus tunduk dan patuh kepada-Nya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr Ayat 23:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Artinya:
“Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS Al-Hasyr:23).

Ya Qahhar (القهار)

Al Qahhar atau Ya Qahhar artinya Maha Menaklukkan/Menundukkan segala sesuatu. Sebagai Al Qahhar, Allah SWT senantiasa tidak bisa dikalahkan atau dihalangi oleh siapa pun.
Al Qahhar bermakna menundukkan untuk mencapai tujuan, merendahkannya, dan mencegah lawan dari mencapai tujuan.

Tata Cara Mengamalkan Ya Jabbar Ya Qahhar
Dikutip dari ebook bertajuk Ibadah Para Juara oleh Rizem Aizid, cara untuk mengamalkan Ya Jabbar yaitu dengan berdzikir sebanyak 226 kali setiap pagi hari dan sore hari. Insya Allah hal ini akan membuat kita diselamatkan dari kezaliman penguasa maupun orang-orang yang kejam, dan membuat musuh tunduk.

Dalam e-book Ibadah Para Juara karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa barang siapa mengamalkan Ya Qahhar, dengan membacanya sebanyak 306 kali setiap hari, Insya Allah ia akan dibersihkan dari sifat serakah. Sementara yang membaca Ya Qahhar 1000 kali setiap malam dan senantiasa memohon kepada Allah, maka insya Allah ia akan dipenuhi semua kebutuhannya.

Keutamaan Ya Jabbar Ya Qahhar

Dirangkum dari ebook bertajuk Ya Allah… Akalku Terhadap Ilmuku Dangkal oleh Sofiyah Satuyah Rasin, Ya Jabbar Ya Qahhar memiliki keutamaan, diantaranya untuk:

– Membuat seorang hamba senantiasa untuk diberi kekuatan dan petunjuk dari Allah SWT.
– Agar takut berbuat dosa dan hanya mengharap ampunan dari segala ketidakmampuan.
– Agar tidak sombong ketika mampu berbuat kebaikan.
– Membuat kita selalu dan menghargai kedisiplinan.
– Ya Jabbar Ya Qahhar Jadi di Balik Sejarah Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU)
– Dijelaskan dalam buku tersebut, kedua asma Allah SWT ini biasanya dijadikan amalan untuk menjatuhkan kekuatan/wibawa musuh yang melakukan hal yang sewenang-wenang.

Setelah menerima bacaan tasbih dan amalan ini, membuat tekad KH Hasyim Asy’ari (salah satu pendiri NU) dalam mendirikan jam’iyah (organisasi) semakin yakin.
Dilansir dari laman NU Online, dalam proses lahirnya NU, Kiai Hasyim Asy’ari melakukan ketaatasasan dengan Kiai Cholil Bangkalan lewat santri As’ad Syamsul Arifin.

Setelah melalui beberapa kali perjalanan dari Tebuireng ke Bangkalan, Madura, Kiai Hasyim Asy’ari akhirnya petunjuk tongkat dari tasbih yang diberikan Kiai Cholil kepada santri As’ad Syamsul Arifin.
Setelah petunjuk tasbih diberikan As’ad ke Kiai Hasyim Asy’ari, ia bertanya kepada As’ad: “Apakah ada pesan lain lagi dari Bangkalan?”

As’ad kemudian hanya menjawab: “Ya Jabbar, Ya Qahhar”, yang diulang hingga 3 kali oleh As’ad sesuai pesan sang guru.
Kiai Hasyim Asy’ari lalu berkata, “Allah SWT telah memperbolehkan kita untuk mendirikan jam’iyyah”. (Choirul Anam, Pertumbuhan dan Perkembangan NU, 2010)

Pada 16 Rajab 1344 tepatnya tanggal 31 Januari 1926 Masehi lahirlah NU, jamiyah yang didirikan para ulama pesantren Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di Surabaya, Jawa Timur.

Itu tadi penjelasan seputar Ya Jabbar Ya Qahhar yang artinya Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Menaklukkan. Semoga dengan memahami makna asma Allah SWT tersebut, membuat kita lebih dekat dengan Tuhan Semesta Alam. Amin.
(Zs/Dtk)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini