spot_img
Sabtu, Mei 18, 2024
spot_img

Arah Politik Anies Baswedan dan Puan

Oleh: Sutoyo Abadi, Koordator Kajian Politik Merah Putih

KNews.id- Pasca-munculnya Foto bersama Ketua   lobi politik pertemuan Puan Maharani dengan Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (22/8). Puan Maharani didampingi oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hingga Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto. Selain itu beberapa kader PDI Perjuangan lainnya terlihat mengawal.

- Advertisement -

Adalah petunjuk awal yang bisa dibaca sedang dibangun  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani akan dipasangkan sebagai calon presiden dan wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres 2024) mendatang.

Rangkaian proses lobi politik tersebut diduga kuat tidak lepas dari bantuan tangan dingin Yusuf Kala, yang terang terangan akan memperjuangkan Anies Baswedan bisa lolos dan memenangkan Pilpres 2024.

- Advertisement -

Yusuf Kala sepertinya sedang merencanakan lobi politik lanjutan pertemuan besar antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, dan Surya Paloh dan petinggi dari partai PKS dalam waktu dekat ini.

Hanya Yusuf Kala ( JK ) yang bisa meredam ambisi dari Partai Demokrat menarik keinginannya mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maju Cawapres pada Pilpres 2024. Juga hanya JK yang akan bisa meredam perseteruan SBY dengan Megawati S, dengan pandangan demi masa depan bangsa Indonesia lebih baik.

- Advertisement -

Pasangan Anies – Puan bisa menyatukan aspirasi rakyat khususnya aspirasi umat Islam dan nasionalis. Sekalipun di bawah masing masing pendukungnya masih berselisih tetapi relatif kecil untuk bisa diredam untuk bersatu . Sekiranya posisi benar benar terwujud maka Capres lainnya yang akan menuju di Pilpres 2024, harus berhitung politik dengan cermat dan hati-hati.

Calon Presiden Prabowo Subianto yang telah menyatakan akan maju pada Pilpres 2024 dan masih mencari partai lain berkoalisi dengan partai Gerindra harus berjuang keras, untuk tidak gagal lagi di Pilpres mendatang.

Calon Presiden AA.La Nyalla M. Mattalitti ( non unsur Partai Politik )  cukup banyak dan besar aspirasi pendukungnya, masih banyak hambatan dengan dihadang PT.20 %.

Kalau akan masuk bergabung dengan partai politik dipastikan akan memerlukan energi politik yang cukup besar. Mengingat watak  politik transaksional masih melekat pada partai politik saat ini.

Kalkulasi politik Capres / Cawapres memang masih bergerak sangat dinamis, tetapi arahnya mulai bisa dibaca untuk formasi Capres / Cawapres yang akan maju kedepan.

Kekuatan lain yang tidak kalah penting untuk di ikuti perkembangannya peran Oligarki yang nampaknya kuasa pengendalian Capres di Pilpres 2024 tidak semulus ketika mengendalikan Jokowi. Tetap saja  sebagai kekuatan yang tetap harus diperhitungkan, untuk terus diamati dan diikuti perkembangannya. (AHM)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini