spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Apa Salah Garam Lokal, Sehingga tak Dilirik Pemerintah?

KNews.id- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Gunawan Saleh mengatakan, bahwa garam saat ini sangat dibutuhkan untuk pelaku industri kaca dan kertas, selain memang kebutuhan juga paling banyak untuk makanan.

Hal ini ia ungkapkan, di sela-sela rencana pemerintah akan melakukan impor garam sebanyak 3,07 juta ton. Dimana angka impor garam ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 yang sebanyak 2,7 juta ton.

- Advertisement -

Adapun impor itu untuk memenuhi bahan baku industri yang saat ini belum bisa diproduksi di dalam begeri.

“Impor garam ini sebenarnya untuk industri, bukan konsumsi, tapi rembesannya ini yang kita tidak tahu,” jelasnya, kemarin.

- Advertisement -

Ia menyebutkan, bahwa biasanya  garam impor yang datang ke Indonesia berasal dari Australia dan India. Mengingat dua negara ini mampu menjual garam dengan harga yang murah.

Sebagai informasi, garam Australia dijual dengan harga Rp600 kg sudah tiba di dalam gudang. Sedangkan garam asal India Rp400/kg. Sementara itu, di ptambak lokal harga garam Rp500/kg.

Itu artinya kalta Gunawan, jika di akumulasi dengan distribusi seharga Rp800/kg. “Garam impor kualitasnya lebih bagus dan harganya bersaing,” tambahnya.

Selain itu, Gunawan juga menjelaskan, bahwa rendahnya daya sainggaram lokal dengan luar negeri akibat kurangnya teknologi. Dimana garam lokal mayoritas diproduksi dengan cara tradisional, sehingga membutuhkan baiaya yang besar.

Sedangkan garam luar negeri diolah dengan menggunakan teknologi, sehingga biaya produksi tidak terlalu tinggi.

“Saat ini kami terus melakukan upaya perbaikan kualitas garam petambak dengan memberikan hibah seperti teknologi geonambran,” tutupnya. (Ade/bcra)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini