spot_img
Jumat, Februari 23, 2024
spot_img

Anies Dinilai Bisa Kembalikan Indonesia Dihargai Dunia Seperti Era Bung Karno

KNews.id – Komitmen calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan yang akan menghadiri Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, diapresiasi. Apalagi kehadirannya di PBB itu dia tekadkan sebagai kunjungan pertama ke luar negeri kalau memenangi Pilpres 2024.

Terlebih, seperti disampaikan Anies dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) di Jakarta belum lama ini, kehadirannya di panggung dunia tersebut bukan sebagai penonton, tetapi berperan aktif dan membawa gagasan Indonesia untuk arah ke depan dunia.

- Advertisement -

“Ya, sungguh melegakan mendengar seorang calon pemimpin yang punya komitmen seperti itu,” jelas influencer yang juga content creator Sherly Annavita Rahmi.

Berbicara dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @sherlyannavita, dia menjelaskan komitmen capres Anies tersebut melegakan karena selama dua periode memimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo tidak pernah hadir secara langsung dalam Sidang Umum PBB. Padahal kehadiran kepala negara dalam forum bergengsi tersebut sangat penting.

- Advertisement -

“Karena tentu akan sangat baik dan menguntungkan negeri kita apabila punya presiden yang bisa hadir dan menegakkan kepala secara sejajar dengan kepala negara lainnya dalam forum-forum internasional, terlebih Sidang Umum PBB,” ucap wanita berjilbab berusia 31 tahun ini.

Sebab, presiden akan bisa mendiskusikan dan memperjuangkan kepentingan Indonesia secara langsung tanpa harus memakai perantara dan pembisik di sekitarnya. Dengan demikian, lanjutnya, Indonesia akan kembali dihargai dan dihormati dalam kancah percaturan internasional sebagaimana dahulu telah diperankan dengan sangat baik oleh Sukarno, Presiden RI pertama.

Jebolan Fakultas Hukum dan Bisnis, Swinburne University, Melbourne, Australia ini pun berharap kehadiran Anies di Sidang Umum PBB sebagai presiden dengan membawa gagasan Indonesia akan membuat negara-negara lain kembali menghargai Indonesia dengan layak dan bermartabat sebagai negara yang berpengaruh dan disegani.

Bukan lagi sebagai negara yang bisa diterus ditekan, dikuras kekayaan alamnya, dan diremehkan karena berbagai ketertinggalan Indonesia sebagaimana yang kita rasakan saat ini.

“Dan memiliki presiden yang bisa mengartikulasikan serta memperjuangkan itu secara langsung di forum-forum internasional adalah salah satu ikhtiar, pintu masuk menuju cita-cita itu. Indonesia wajib jaya, NKRI harga mati, merdeka,” tutupnya.  (Zs/Kba)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Berita