spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Alam Barzakh, Tempat Penantian Manusia di Alam Kubur setelah Meninggal

KNews.id – Alam yang dilalui manusia untuk menunggu datangnya hari kiamat disebut alam barzakh. Alam ini menjadi pembatas atau perantara alam dunia dan alam akhirat.
Alam barzakh dapat kita kenal sebagai alam kubur juga.

Di alam ini, manusia akan menunggu hari kebangkitan dan hari akhir. Setelah seseorang meninggal dunia, maka ia akan menempuh perjalanan di alam barzakh terlebih dahulu sebelum ke alam akhirat.

- Advertisement -

Mengutip dalam buku Pendidikan Agama Islam oleh Bachrul Ilmy, yaumul barzakh juga disebut sebagai hari penantian manusia di alam kubur (barzakh) setelah mereka meninggal. Alam barzakh adalah alam yang menjadi batas atau perantara antara alam dunia dan akhirat. Di sinilah manusia menunggu Hari Kebangkitan.

Di alam barzakh ini, seseorang yang sudah meninggal atau disebut mayat akan bertemu malaikat Munkar dan Nakir. Kedua malaikat tersebut akan menanyai seseorang yang baru saja meninggal di alam barzakh tersebut.

- Advertisement -

Selain itu, di alam barzakh ini manusia hanya membawa amal sholeh atau amal jahat yang ia lakukan selama di dunia. Selama di alam barzakh, manusia akan menerima segala balasan atas apa yang diperbuatnya selama masih hidup.

Gambaran kehidupan di alam barzakh dapat dilihat dari peristiwa tidur. Seseorang yang sholeh dan tidak punya banyak masalah akan terbangun lebih awal untuk sholat tahajud dan merasakan bahwa malam hari tidaknya begitu panjang. Namun, bagi seseorang yang memiliki banyak masalah dan dosa dalam hidupnya ia tidak bisa tenang ketika menjelang tidur sehingga waktu malam tersebut sangatlah lama.

Mengutip buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah oleh Harjan Syuhada dan Fida’ Abdilan (2019), bahwa kehidupan dalam alam kubur dapat ditunjukkan melalui ayat Al-Qur’an Surat Ghafir ayat 46 yang artinya, “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.”

Selain itu, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwasannya, “Sesungguhnya apabila seseorang di antara kamu meninggal dunia, ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya (nanti) di waktu pagi dan petang. Apabila (yang ditampakkan) ahli surga, ia termasuk ahli surga. Sebaliknya, apabila (yang ditampakkan) ahli neraka, ia termasuk ahli neraka. Kala itu dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu sampai nanti saatnya Allah membangkitkan kamu di hari kiamat.” (HR. Bukhari Muslim)

Di alam barzakh ini pun, manusia akan diberi beberapa pertanyaan oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Hal tersebut sebagaimana pernah diriwayatkan oleh Anas RA yang pernah berkata, “Ketika seorang hamba sudah dimasukkan dalam kubur dan ditinggalkan oleh temannya maka datanglah dua malaikat, lalu mendudukannya dan berkata, “Apa yang kamu katakan tentang Nabi Muhammad?” Adapun orang mukmin akan berkata: “Saya bersaksi dia adalah hamba Allah dan rasul-Nya.” Lalu dikatakan padanya, “Lihatkah tempatmu di neraka api Allah telah mengganti dengan surga yang keduanya dapat dilihat.”

Adapun bagi orang kafir dan munafik akan berkata: “Saya tidak tahu dan tidak bisa berkata seperti apa yang dikatakan mereka.” Lalu dia dibentak dengan ucapan, “Kamu tidak tahu! Kamu juga tidak membaca!” Dan kemudian ia dipukul dengan gada besi dengan satu pukulan, seraya menjerit histeris yang didengar oleh teman sekitarnya kecuali saqalain (jin dan manusia). (HR. Syaikhani)

Selain akan mendapatkan pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir, manusia juga akan mendapat siksa kubur jika semasa hidup seseorang membantah perintah Allah dan menjalankan larangan Allah. Hal tersebut disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

“Nabi Muhammad SAW melewati dua kubur, lalu berkata, “Keduanya disiksa, bukan karena melakukan dosa besar, yang satu tidak betul-betul membersihkan ketika kencing dan yang satu selalu mengadu domba.” (HR. Asy-Syaikhani)
(Zs/Dtk)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini