KNews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melibatkan Indonesia sebagai mitra dalam pengembangan industri semikonduktor. Selain itu, Indonesia juga melihat langkah pengembangan industri semikonduktor melalui kerja sama dengan China.
“Indonesia sudah menjadi 7 negara yang dipersiapkan untuk semikonduktor oleh Amerika Serikat. Tetapi kalau tidak, dengan temannya Amerika Serikat kita sudah siapkan semikonduktor yang berbasis awal, yaitu wafer dari China,” ucap Airlangga Hartarto dalam seminar ekonomi bertajuk “Perspektif Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi: Menuju Indonesia Emas 2045” di Sport Hall Kolese Kanisius, Jakarta.
Airlangga menerangkan ada beberapa negara yang memiliki potensi investasi semikonduktor yang dengan nilai besar misalnya di Jerman dan Spanyol masing-masing sebesar US$ 13 miliar dan US$ 3 miliar. Negara lain seperti Jepang juga memberikan subsidi untuk pengembangan industri tersebut.
Sebelumnya sudah ada perusahaan Fairchild Semiconductor di Indonesia tetapi karena permasalahan robotisasi perusahaan tersebut pindah ke Malaysia. Dengan adanya perpindahan tersebut maka 40% komoditas ekspor Malaysia saat ini merupakan komoditas berbasis elektronik.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus mendorong agar ada perusahaan yang bergerak di bidang semikonduktor untuk membangun pabrik di Indonesia.
“Semikonduktor Indonesia baru di hilir, baru di testing sama di assembling. Kedua kita back to basic, karena kalau kita bicara semikonduktor, kita bicara chip design. Chip design itu bahasa sederhananya bikin sirkuit elektrik yang dibikin dua nano. Sirkuit elektrik dibuat kecil, jadi kalau kita gak punya engineer di microelectronic atau megatronic itu sulit,” ungkap Airlangga.
Nantinya dalam upaya pengembangan industri semikonduktor harus dilakukan bersamaan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Dalam hal ini diperlukan penyediaan SDM yang bisa memiliki kompetensi untuk terlibat dalam pendidikan tentang mikroelektronik.
“Kami sedang melihat bagaimana menyiapkan sumber daya manusia. Kalau bicara semikonduktor kita bicara chip design, kita bicara microelectronic. Oleh karena itu, pendidikan terkait microelectronic harus kuat di kita untuk mengambil kembali semikonduktor,” kata Airlangga.






