spot_img
Rabu, Juni 26, 2024
spot_img

Airlangga Sebut Amerika Serikat akan Libatkan Indonesia dalam Industri Semikonduktor

KNews.id –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa  Amerika Serikat akan melibatkan Indonesia sebagai mitra dalam pengembangan industri semikonduktor.  Selain itu, Indonesia juga melihat langkah pengembangan industri semikonduktor melalui kerja sama dengan China.

“Indonesia sudah menjadi 7 negara yang dipersiapkan untuk semikonduktor oleh Amerika Serikat. Tetapi kalau tidak, dengan temannya Amerika Serikat kita sudah siapkan semikonduktor yang berbasis awal, yaitu wafer dari China,” ucap Airlangga Hartarto  dalam seminar ekonomi bertajuk “Perspektif Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi: Menuju Indonesia Emas 2045” di Sport Hall Kolese Kanisius, Jakarta.

- Advertisement -

Airlangga menerangkan ada beberapa negara yang memiliki potensi investasi semikonduktor yang  dengan nilai besar misalnya di Jerman dan Spanyol masing-masing sebesar  US$ 13 miliar dan  US$ 3 miliar. Negara lain seperti Jepang juga memberikan subsidi untuk pengembangan industri tersebut.

“Investasi semikonduktor di Jerman itu US$ 13 miliar, di Spanyol US$ 3 miliar, di Amerika Serikat pun mereka subsidi, jumlah yang besar. Jepang pun subsidi, sehingga kita bersaing dengan mereka, tetapi kita on the way ke sana,” terang Airlangga.

 

- Advertisement -

Sebelumnya sudah ada  perusahaan Fairchild Semiconductor di Indonesia tetapi karena permasalahan robotisasi perusahaan tersebut pindah ke Malaysia. Dengan adanya perpindahan tersebut maka 40% komoditas ekspor Malaysia saat ini merupakan komoditas berbasis elektronik.

Oleh karena itu, pemerintah  Indonesia terus mendorong agar ada perusahaan yang bergerak di bidang semikonduktor untuk membangun pabrik di Indonesia.

- Advertisement -

“Semikonduktor Indonesia baru di hilir, baru di testing sama di assembling. Kedua  kita back to basic, karena kalau kita bicara  semikonduktor, kita bicara chip design. Chip design itu bahasa sederhananya bikin sirkuit elektrik yang dibikin dua nano. Sirkuit  elektrik dibuat kecil, jadi kalau kita gak punya engineer di microelectronic atau megatronic itu sulit,”  ungkap Airlangga.

Nantinya dalam upaya pengembangan industri semikonduktor harus dilakukan bersamaan  dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Dalam hal ini diperlukan penyediaan SDM yang bisa memiliki kompetensi untuk terlibat dalam pendidikan tentang mikroelektronik.

“Kami sedang melihat bagaimana menyiapkan sumber daya manusia.  Kalau bicara semikonduktor kita bicara chip design,  kita bicara microelectronic. Oleh karena itu, pendidikan terkait microelectronic harus kuat di kita  untuk mengambil kembali semikonduktor,” kata Airlangga.

(Zs/ID)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini