spot_img
Jumat, April 12, 2024
spot_img

Aidit PKI Gaya Baru Telah Hidup Kembali

Oleh :  Sutoyo Abadi 

KNews.id – Ajaran dan filsafat Sun Tsu sepertinya telah menjadi GBHN rezim Jokowi . “Politik itu bisnis, bisnis itu perang. Kalau pasar adalah medan perang, maka diperlukan strategi dan taktik ”

- Advertisement -

Suk Tsu menulis : “Serang mereka di saat mereka tak menduganya, disaat mereka lengah. Haluskan agar kau tak teraba, maka kau akan kuasai nasib lawanmu. Gunakan mata mata dan pengelabuan dalam setiap usaha. Segenap hidup ini dilaksanakan padat tipuan.”

Tampak dan terasa dalam menjalankan kendali pemerintahan dan kelola negara, presiden penuh dengan strategi pengintaian, penipuan dan pengelabuan. Tidak ada makna keadilan, kejujuran etika dan moral pada permainan politiknya.

- Advertisement -

“Ahli strategi komunis berkata menang di Medan tempur itu baik, padahal tidak. Jendral yang memenangkan setiap pertempuran bukanlah jagoan sejati. Membuat musuhmmu kalah tanpa bertempur itulah kuncinya. Lebih baik menjaga keutuhan negeri dari pada menghancurkannya. Mengalahkan lawan tanpa bertempur itulah puncak kemahirannya.”

Kalau pertempuran tak bisa di hindari, maka segala tipudaya dan kelicikan haruslah digunakan untuk mengelabuhi, membikin jengkel, membingungkan lawan, sebelum menjatuhkan pukulan kepadanya.

- Advertisement -

Indonesia sudah di kuasai dan dalam cengkeraman Cina baik ekonomi dan kuasa politik. Dan saat ini Indonesia telah menjadikan “Shadow state” ( negara bayangan ) Cina.

Pilpres 2024 baru lalu dan huru hara yang sedang terjadi karena macam macam rekayasa untuk memenangkan Paslon tertentu tidak bisa lepas dari kendali dan persengkongkolan para bandar dan bandit dengan penguasa memaksa kandidat yang harus dimenangkan dengan segala cara.

Praktek politiknya persis sesuai dengan ajaran “Lu Bu Wei_ perdana menteri Dinasti Qin, sebagai peletak dasar menyatukan cina. Dalam sebuah dialog dengan papanya :

“Berapa untungnya bertani” ( Jawab papanya : 10 kali lipat)
“Kalau berdagang emas ( Jawab papanya lagi : 100 kali lipat)
“Oooh …kalau membantu seseorang menjadi penguasa..?”. ( Jawab papanya: “Wah ..wah .. tak terhitung untungnya”

Sulit di bantah itulah wajah penguasa termasuk capres yang telah di beli direkayasa kemenangannya untuk menjadi budak mereka.

Kalau bangsa ini sampai hilang kewaspadaannya, akan terulang peristiwa G. 30 S PKI bahkan lebih dahsyat Indonesia benar benar akan menjadi milik komunis Cina.

Teringat dialog Mao Tse Tung dengan Aidit tanggal 5 Agustus 1965 di Zhongnanhai – Peking , menjelang meletusnya PKI :

Mao : Kamu harus bertindak cepat
Aidit : Saya khawatir AD akan menjadi penghalang
Mao : Baiklah, lakukan apa yg yang saya nasihatkan kepadamu – habisi semua jenderal dan perwira reaksioner itu dalam sekali pukul. Angkatan Darat lalu akan menjadi seekor naga yang tidak berkepala dan akan mengikuti mu.
Aidit : Itu berarti membunuh beberapa ratus perwira.
Mao : Di Shensi Utara saya membunuh 20.000 orang kader dalam sekali pukul saja.

Paslon Pilpres yang di kendalikan mereka dan di paksakan harus dimenangkan hanya sasaran antara, akan terjadi peristiwa lebih besar dan mengerikan karena “Aidit PKI gaya baru” telah hidup kembali saat ini , lebih sadis karena berprilaku lebih kejam dr Aidit G. 30 S PKI. (Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini