spot_img
Kamis, April 25, 2024
spot_img

5 Jenis Air Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan

 

KNews.id – Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk menurunkan berat badan. Salah satunya adalah mengonsumsi air rebusan dari bahan alami. Beberapa bahan alami, seperti teh hijau terkenal akan khasiatnya untuk menurunkan berat badan.

- Advertisement -

Namun, konsumsi air rebusan ini tentu juga harus diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga yang teratur. Lantas, apa saja air rebusan dari bahan alami yang berguna untuk menurunkan berat badan?

Air rebusan untuk menurunkan berat badan

1. Air rebusan jahe dan lemon Dikutip dari Times of India, air rebusan jahe dan lemon merupakan bahan alami yang populer untuk menurunkan berat. Gabungan antara jahe dan lemon merupakan kombinasi ampuh dan berpotensi meningkatkan metabolisme.

- Advertisement -

Jahe akan membantu pencernaan dan mengurangi rasa lapar, sementara lemon menyediakan vitamin C dan antioksidan. Untuk memanfaatkannya, rendam jahe parut segar dalam air panas. Lalu tambahkan perasan air lemon.

Anda juga bisa menambahkan satu sendok teh madu untuk rasa manis. Konsumsi air rebusan ini saat masih hangat di pagi hari dengan perut kosong untuk membantu penurunan berat badan. Cegah Batu Ginjal dan Hipertensi

- Advertisement -

2. Air rebusan biji adas Biji adas merupakan salah satu bahan rempah yang umum digunakan untuk bumbu penyedap makanan. Selain sebagai bahan penyedap, bahan herbal ini dikenal untuk meningkatkan metabolisme dan menekan nafsu makan.

Untuk memanfaatkannya, tambahkan satu sendok teh biji adas ke dalam secangkir air mendidih. Kemudian, tutup cangkir dan diamkan selama sekitar 10 menit. Saring tehnya dan nikmati selagi hangat.

Untuk meningkatkan manfaatnya, disarankan untuk mengonsumsi air rebusan adas sebelum makan untuk mengurangi nafsu makan dan mendukung pencernaan.

3. Air rebusan bunga sepatu Seorang ahli diet nutrisi bersertifikat dari Chicago, Amerika Serikat, Vicki Shanta Retelny mengatakan, air rebusan bunga sepatu mengandung zat katekin seperti EGCG dan terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Selain dapat menurunkan kolesterol, air rebusan bunga sepatu dapat membantu Anda menjaga berat badan pada tingkat yang lebih sehat, dikutip dari Everyday Health. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang mengonsumsi ekstrak kembang sepatu selama 12 minggu, mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh, lemak tubuh, dan rasio pinggul-pinggang, dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Para peneliti menghubungkan manfaat tersebut dengan senyawa tanaman dalam ekstrak kembang sepatu. Penelitian lain melaporkan, pemberian ekstrak kembang sepatu pada tikus yang mengalami obesitas selama 60 hari juga mengalami penurunan berat badan.

4. Air rebusan teh hijau Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang paling terkenal dan dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan. Air rebusan teh hijau juga dinilai paling efektif untuk menurunkan berat badan, dilansir dari Healthline.

Menurut sebuah review dari 11 penelitian, teh hijau dapat membantu mengurangi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), dan lemak perut pada penderita diabetes tipe 2. Tinjauan tersebut juga mencatat bahwa efek menguntungkan dari teh hijau diamati pada dosis yang lebih rendah dari 800 miligram (mg) per hari dalam penelitian yang berlangsung selama 8 minggu atau lebih.

Antioksidan yang terkandung dalam teh hijau, katekin, dipercaya dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak sehingga menghasilkan penurunan berat badan.

5. Air rebusan teh hitam Teh hitam merupakan jenis teh yang mengalami oksidasi lebih banyak dibandingkan jenis lainnya, seperti teh hijau, putih, atau oolong. Sebuah penelitian pada tahun 2014 terhadap 111 orang menemukan, minum 3 cangkir teh hitam setiap hari selama 3 bulan secara signifikan meningkatkan penurunan berat badan dan mengurangi lingkar pinggang.

Teh hitam mengandung antioksidan berupa polifenol dan flavonoid yang dianggap berpotensi memiliki efek penurunan berat badan. Senyawa ini diperkirakan dapat menurunkan berat badan dengan mengurangi penyerapan kalori, meningkatkan metabolisme lemak, dan mengurangi stres oksidatif.

Satu penelitian lain mengamati 4.280 orang dewasa di atas 14 tahun menemukan, orang dengan asupan flavonoid lebih tinggi, mengalami peningkatan BMI yang lebih kecil dibandingkan mereka yang memiliki asupan flavonnya lebih rendah.
(Zs/Kmps)

 

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini