spot_img
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Rumah SYL di Sita KPK, Aset Recovery Dari Hasil Korupsi

KNews.id – Jakarta – Salah satu rumah milik mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali dipertanyakan dalam sidang terbaru. Kali ini, PN Tipikor Jakarta mengundang saksi, GM Media Radio Prambors atau PT Bayureksha Dhirgaraya S Santo. Dalam sidang, Santo bersaksi bahwa istri SYL, Ayunsri Harahap meminjam namanya untuk pengajuan cicilan rumah di kawasan Jalan Limo, Jakarta Selatan.

Rumah SYL di Jalan Limo ini adalah hunian 2 lantai bergaya modern dengan dinding dan pilar dominan berwarna putih. Halaman rumahnya cukup luas termasuk carport dan bagasi yang bisa menampung hingga 5 mobil. Berbeda dengan warna bangunan, gerbang rumah SYL berwarna abu-abu dengan tinggi sekitar 2 meter. Aset milik SYL ini sudah disita oleh KPK sejak Februari 2024 dan dipasang plang tanda penyitaan.

- Advertisement -

“Menjadi bagian penting dalam upaya KPK melakukan aset recovery dari hasil korupsi, kemarin Tim Penyidik telah selesai melakukan penyitaan satu unit rumah yang diduga milik tersangka SYL yang berada di wilayah Jakarta Selatan,” kata Ali.

Dari hasil penelusuran detikcom dengan mencocokkan alamat, lokasi, dan juga data pertanahan milik Kementerian ATR/BPN, Bhumi, bidang tanah rumah tersebut memiliki luas 558 m2. Rumah SYL ini diapit oleh dua bangunan dengan bidang lahan yang jauh lebih besar. Di luar luas tanah, belum ada data yang menunjukkan luas bangunan rumah SYL tersebut.

KPK sita rumah SYL di Jaksel (dok. Istimewa) Foto: KPK sita rumah SYL di Jaksel (dok. Istimewa) Pada sidang kasus dugaan korupsi SYL yang digelar pada Rabu (5/6/2024) terungkap harga rumah SYL yang dibeli memakai nama Dhirgaraya S Santo tersebut senilai Rp 11,5 miliar dengan cicilan Rp 80,6 juta per bulannya.

Dhirgaraya S Santo menjelaskan awal pertemuannya dengan Ayunsri Harahap atas permintaan anak SYL, Kemal Redindo Syahrul Putra. Dirinya bertemu Ayun di rumah dinas Widya Chandra Jakarta pada 2020. Pada saat itu SYL sedang tidak ada di rumah.

- Advertisement -

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya ketua majelis hakim. “Waktu itu singkat saja sebenarnya, Yang Mulia. Disampaikan bahwa, ‘Bisa nggak bantu saya untuk membeli rumah?’, seperti itu,” jawab Dhirgaraya.

Dari tawaran tersebut, Dhirgaraya S Santo menyetujui namanya digunakan sebagai debitur asal tidak dirugikan. Menurut Dhirgaraya, istri SYL tidak bisa mengajukan KPR rumah atas namanya sendiri karena tidak memenuhi ketentuan umur debitur di bank tersebut. Dia menambahkan pada saat menerima tawaran peminjaman nama tersebut, dia tidak mengetahui wujud rumah yang ingin dibeli oleh istri SYL.

“Sudah ditetapkan belum, objek yang mau dibeli itu rumah?” tanya Hakim.

“Hanya disampaikan mau beli rumah waktu itu yang Mulia,” kata Dhirgaraya.

“Apa Saudara sudah tahu yang mau dibeli itu di Limo?” tanya Hakim.

“Saat disampaikan belum tahu yang Mulia,” kata Dhirgaraya.

(Zs/dtk)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini