1.000 Pegawai Pos Pensiun Cuma Diganti 150 Orang, Sisanya Mulai Pakai Robot

0
72

KNews.id – PT Pos Indonesia mulai gelontorkan investasi besar untuk robotik dan digitalisasi. Langkah itu  sebagai upaya efisiensi perusahaan di masa mendatang. Bisa Dapat Bonus Tabungan Emas Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, investasi pada robotik dan digitalisasi membutuhkan biaya yang sangat besar.

Namun, hal ini akan membuat perusahaan bertahan untuk jangka waktu yang panjang. “Processing di Surabaya dan Jakarta, kita sudah menggunakan robotik,” ujar Faizal di Jakarta.

“Jadi dengan investasi di robotik, digitalisasi yang cukup memakan dana yang besar, itu akan mengurangi profitabilitas kita di tahun ini. Tapi mudah-mudahan dalam jangka panjang, karena lebih efisien di cara mengoperasikan perusahaan ini, jadi jangka panjang nanti kembali lagi profit-nya,” kata Faizal.

Faizal mengatakan bahwa terdapat lebih dari 1.000 karyawan PT Pos Indonesia yang pensiun. Namun demikian, pihaknya memutuskan hanya mengganti 10 persen saja atau sekitar 100-150 karyawan baru.

Menurut Faizal, saat ini perusahaan plat merah tersebut akan menjalin kemitraan dengan pihak ketiga sebagai upaya efisiensi. Beberapa bidang yang akan diganti dengan kemitraan antara lain penjaga loket serta pengantar logistik.

“Sekitar 100-150 orang saja, kita rekrut langsung yang sarjana, sedangkan yang karyawan seperti jaga loket, yang antar kita ganti dengan kemitraan. Jadi polanya bukan karyawan tetap atau karyawan kontrak, tapi melalui kemitraan, sangat efektif dan itu yang menyelamatkan kita,” ucapnya.

“Jadi dengan investasi di robotik, digitalisasi yang cukup memakan dana yang besar, itu akan mengurangi profitabilitas kita di tahun ini. Tapi mudah-mudahan dalam jangka panjang, karena lebih efisien di cara mengoperasikan perusahaan ini, jadi jangka panjang nanti kembali lagi profit-nya,” kata Faizal.

Faizal mengatakan bahwa terdapat lebih dari 1.000 karyawan PT Pos Indonesia yang pensiun. Namun demikian, pihaknya memutuskan hanya mengganti 10 persen saja atau sekitar 100-150 karyawan baru.

(Zs/Viv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini